IKA NUR PRATIWI

The mothers heart is the childs schoolroom

Perkembangan Intervensi Keperawatan Berbagai Sistem

diposting oleh ikanurpratiwi-fkp pada 12 September 2017
di Keperawatan Medikal Bedah 1 - 37 komentar

Perkembangan Intervensi Keperawatan Berbagai Sistem

Asuhan keperawatan Medikal Bedah meliputi:

  • Perlakuan terhadap individu untuk memperoleh kenyamanan
  • Membantu individu dalam meningkatkan dan mempertahankan kondisi sehatnya
  • Melakukan prevensi, deteksi dan mengatasi kondisi berkaitan dengan penyakit
  • Mengupayakan pemulihan sampai klien dapat mencapai kapasitas produktif tertingginya
  • Membantu klien menghadapi kematian secara bermartabat.

 

Seorang perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien, selalu memandang pasien secara holistic/menyeluruh baik Bio-Psiko-sosial-kultural-Spiritual. Dengan menggunakan standarisasi asuhan keperawatan yang ada.

 

Refleksi Diri

Bagilah kelas menjadi 6 kelompok, dimana masing-masing kelompok membahas topik dibawah ini:

  1. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Pernapasan
  2. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Kardiovaskuler
  3. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Endokrin
  4. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Metabolik
  5. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Hematologi
  6. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem  Imunologi.

 

Apakah yang anda ketahui tentang gangguan pada sistem sesuai dengan topik kelompok yang anda dapatkan? (tulis jawaban anda pada kolom komentar dibawah ini)

 

Tugas:

1.  Carilah 5 bentuk intervensi keperawatan dalam bentuk video klien dengan gangguan sistem sesuai kelompok yang dapat di cari di you tube atau sumber lainnya.

2.  Carilah 2 jurnal hasil penelitian yang  berkaitan dengan masing-masing intervensi tersebut sesuai dengan sistem kelompok yang didapatkan  lalu buatlah kesimpulan dari isi masing-masing jurnal tersebut (jurnal dibatasi terbitan 5 tahun terakhir)


37 Komentar

1. sd

pada : 13 September 2017

"ok "


2. Regyana Mutiara Guti

pada : 13 September 2017

"NAMA: Regyana Mutiara Guti
NIM: 131611133013
Kelas: A1-2016

Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Gangguan Sistem
Asuhan keperawatan medikal bedah meliputi:
1.Perlakuan terhadap individu untuk memperoleh kenyamanan
2.Membantu dalam meningkatkan dan mempertahankan kondisi sehatnya
3.Mengupayakan pemulihan sampai klien dapat mencapai kapasitas produktif tertingginya
4.Membantu klien menghadapi kematian secara bermartabat
Gangguan sistem metabolik
Metabolisme adalah semua reaksi kimia terjadi dalam sel-sel tubuh. Reaksi ini merupakan proses dasar kehidupan yang memungkinkan sel tumbuh, berproduksi, mempertahankan struktur, dan berespons terhadap lingkungan sekitar. Proses metabolisme mempengaruhi semua sel tubuh, pengaturan metabolisme seluruh tubuh yang melibatkan sejumlah organ seperti hati dan pankreas.
Gangguan dan Intervensi pada sistem metabolik:
a.Diabetes Melitus
Adalah penyakit kronis progresif yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang dimana organ pankreas tidak mampu atau kurang memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh Pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah atau kadar gula dalam darah atau “truk” pengangkut semua sari makanan ke seluruh sel tubuh.
Diabetes Melitus dibagi menjadi 2 tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. DM tipe 1 terjadi karena pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin, yang dimana insulin adalah hormon yang mengubah gula dari makanan menjadi energi. DM tipe 1 adalah salah satu penyakit yang paling umum pada anak-anak. Klien dengan DM tipe 1 sangat bergantung dan harus diberi injeksi insulin. Sedangkan DM tipe 2 terjadi karena pankreas tidak dapat mencukupi hormon insulin yang dibutuhkan oleh tubuh karena resistansi insulin. DM tipe 2 adalah penyakit diabetes yang umum terjadi yang hampir 90% dari keseluruhan kasus diabetes. Resistansi insulin disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.
Intervensi Keperawatan:
1.Diet (lebih baik makan sedikit tapi sering)
2.Latihan
3.Pemantauan gula darah
4.Terapi
5.Pendidikan kesehatan
b.Sirosis Hepatik
Adalah penyakit hati kronik yang progresif, ditandai dengan adanya fibrosis yang luas dan pembentukan nodul pada hati. Fibrosis dan nodul pada hati ini menyebabkan pengerasan pada hati, akibatnya hati tidak mampu lagi melaksanakan fungsinya.
Intervensi keperawatan:
1.Ukur masukan diet harian dengan jumlah kalori
2.Bantu dan dorong pasien untuk makan
3.Berikan makan sedikit dan sering
4.Beri obat sesuai indikasi
5.Observasi karakteristik feses dan muntah
6.Catat adanya kejang
7.Anjurkan untuk berhenti merokok
c.Pirai atau Gout
Gout terjadi akibat gangguan metabolisme asam urat sehingga asam urat serum jadi meninggi yang dapat terjadi pengendapan urat pada berbagai jaringan.
Intervensi keperawatan:
1.Ajarkan klien melakukan latihan ROM
2.Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan penyakit Gout
d.Obesitas
Obesitas terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Obesitas berkaitan dengan terjadinya resitensi insulin dan gangguan metabolisme glukosa.
Intervensi keperawatan:
1.Kaji penyebab kegemukan dan buat rencana makan dengan pasien
2.Timbang berat badan secara periodik
3.Tentukan tingkat aktivitas dan rencana program latihan diet, kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentujan keb kalori dan nutrisi untuk penurunan berat badan
"


3. Nesya Ellyka

pada : 13 September 2017

"NAMA : NESYA ELLYKA
NIM : 131611133038
KELAS : A1
RESUME :
SISTEM ENDOKRIN
Sistem endokrin merupakan system kelenjar yang memproduksi substans untuk digunakan di dalam tubuh. Kelenjar endokrin merupakan substansi yang tetap beredar dan bekerja di dalam tubuh.

Intervensi pada pasien Akromegali
merupakan sindrom klinik yang disebabkan oleh produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan dan diketahui sebagai penyakit yang jarang. Akromegali merupakan gangguan yang jarang, yang ditandai oleh sekresi yang berlebihan hormon pertumbuhan (GH, growth hormone) dan faktor pertumbuhan seperti insulin (IGF-1, Insulin Growth Factor-1).
Intervensi :
- Pembedahan
- Radiasi
Intervensi pada pasien Hipertensi
Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang
mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu
yang lama). Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan darah sistolik lebih
besar atau sama dengan 140 mmHg atau peningkatan tekanan darah diastolik
lebih besar atau sama dengan 90 mmHg.
• Penatalaksaan non farmakologis:
1. Memberikan arahan kepada pasien untuk diet garam dan kolesterol
2. Memberikan arahan kepada pasien untuk berhenti konsumsi alcohol dan rokok
3. Memberikan arahan kepada pasien untuk olahraga teratur
4. Memberikan arahan kepada pasien untuk mengurangi berat badan
5. Terapi musik antihipertensi
• Penatalaksanaan farmakologis:
6. obat antihipertensi
Intervensi pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh gangguan kelenjar pancreas adalah Diabetes Melitus Tipe 2. Penyakit ini merupakan penyakit hiperglikemi akibat intensivitas sel terhadap terhadap insulin. Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rent ang normal.
- Pada DM tipe 1, pankreas tidak bisa memprosuksi insulin sama sekali.
- Pada DM tipe 2, pankreas bisa masih bisa memproduksi pankreas tapi tidak normal
Insulin membantu dalam penyerapan dan pengangkutan sari-sari makanan.
Disfungsi hati :
- Ikterus (peningkatan konsentrasi bilirubin darah)
- Sirosis hepatitis (jarinngan parut)
- Hepatoma (kanker hati)
- Pemantauan SGOT dan SGPT
5 pilar pelaksanaan DM :
- Diet
- Latihan
- Pemantauan gula darah
- Terapi
- Edukasi
Intervensi :
Teknik relaksasi merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dapat mengurangi kecemasan dan secara otomat is dapat menurunkan kadar gula darah. Relaksasi dapat mempengaruhi hipotalamus untuk mengatur dan menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Stress tidak hanya dapat meningkat kan kadar gula darah secara fisilogis. Pasien dalam keadaan stress juga dapat mengubah pola kebiasaannya yang baik, terutama dalam hal makan, latihan dan pengobatan (Smelt zer, Bare, Hinkle, &Cheever, 2008).
Intervensi pada pasien Adenoma Hipofisis
Adenoma hipofisis atau disebut juga dengan adenoma hipofise merupakan tumor yang jinak dengan pertumbuhan yang lambat yang berasal dari sel-sel kelenjar hipofisis. Adenoma hipofisis sering kali menunjukkan gangguan yang disebabkan oleh hipofungsi atau hiperfungsi dari hormon yang dihasilkan oleh hipofisis anterior sebagai regulator diantaranya; adrenocorticotropic hormone, growth hormone, luteinizing hormone, prolactin, follicle-stimulating hormone, thyroid-stimulating hormone, antidiuretic hormone, melanocyte-stimulating hormone, oxytocin.
Intervensi :
- Operasi
- Terapi Radiasi
- Indikasi Pengobat an
Intervensi pada pasien hipoparatiroid dan hiperparatiroid
Gangguan pada kelenjar paratiroid bisa berupa hipoparatiroid ataupun hiperparatiroid. Hipoparatiroid merupakan hilangnya fungsi kelenjar paratiroid sehingga menyebabkan gangguan metabolisme dimana kalsium serum menurun dan fosfat serum meningkat dan menyebabkan hipokalsemia. Sedangkan hiperparatiroid merupakan keadaan kelenjar paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid dengan dekalsifikasi tulang dan terbentuknya batu ginjal yang mengandung kalsium (Smeltzer & Bare, 2002).
Hipoparatiroid
Intervensi Keperawatan :
a. Memberikan penyuluhan kesehatan untuk pasien hipoparatiroid kronis karena pasien membutuhkan medikal dan modifikasi diet sepanjang hidupnya
b. Mengajarkan pasien tentang tinggi kalsium namun rendah fosfor
c. Menekankan pentingnya perawatan sepanjang hidup pada pasien hipoparatiroid kronis
d. Mengintruksikan pasien memeriksakan kadar kalsium serum sedikitnya 3x setahun
Hiperparatiroid
Intervensi keperawatan :
a. Melindungi klien dari kecelakaan jatuh karena klien rentan mengalami fraktur patologis bahkan benturan ringan
b. Menghindarkan pasien dari satu posisi menetap
c. Membantu pasien memenuhi kebutuhan selama terjadi kelemahan fisik
d. Atur aktivitas yang tidak melelahkan pasien
e. Mengajari cara melindungi diri dari trauma fisik, seperti cara mengubah posisi tubuh dan cara berjalan
f. Mengajari klien dengan alat bantu berjalan bila dibutuhkan
Intervensi pada pasien kanker ovarium
Kanker ovarium merupakan keganasan yang berasal dari jaringan ovarium dalam tiga bentuk sel yang berbedayaitu sel germinal, sel epitel dan sel stroma (Yarbro, Wujcik & Gobel, 2011; Ahyan, Gultekin & Dursun,2010). Kanker ovarium sel epitelmeliputi90% seluruh kejadian kanker ovarium dan 5% seluruh kankerovarium primer berasal dari sel germinal dan sel stroma (Ahyan,Gultekin & Dursun,2010).
Intervensikeperawatan:
1. pembedahan,
2. kemoterapi,
3. immunoterapi,
4. terapi hormonal dan
5. radioterapi.
"


4. FITRIANTI UMAYROH MAHARDIKA

pada : 13 September 2017

"NAMA : FITRIANTI UMAYROH MAHARDIKA
NIM : 131611133047
KELAS : A1
RESUME : Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa dengan Kasus Gangguan Sistem Endokrin
System kelenjar endokrin merupakan system kelenjar yang memproduksi substan untuk digunakan di dalalm tubuh. Kelnjar endokrin mengeluarkan subsrtansi yang beredar dan bekerja di dalam tubuh. Jenis kelenjar endokrin ada: kelenjar hyppthalamus, pineal, pituitary, tiroid, paratiroid, thymus, adrenals, pancreas, dana gonand (kelenjar reproduksi)
• System kelenjar endokrin
Merupakan gangguan yang kebanyakan terjadi pada hati, empedu, limpa, pancreas dan lain sebagainya.Salah satu contoh yang umum terjadi adalah penyakit diabetes mellitus.
Diabetes mellitus tipe 1 disebabkan karena pancreas tidak menghasilkan insulin sedangkan diabetes mellitus tipe 2 disebabkan karena pancreas masih menghasilkan insulin namun tidak normal dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
*Insulin sangat dibutuhkan oleh tubuh sebab berfungsi dalam penyerapan dan pengangkutan sari-sari makanan.
*5 pilar penatalaksanaan klien Diabetes mellitus :
1. Diet dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat secara teratur dalam jumlah yang kecil, konsumsi makanan yang tinggi serat kurang lebih 5 porsi dalam sehari, dan yang paling penting adalah makan sesuai dengan kebutuhan kalori yang seimbang dan tidak berlebihan.
Petunjuk umum untuk asupan diet bagi diabetes:
• Hindari biskuit, cake, produk lain sebagai cemilan pada waktu makan.
• Minum air dalam jumlah banyak, susu skim dan minuman berkalori rendah lainnya pada waktu makan.
• Makanlah dengan waktu yang teratur.
• Hindari makan makanan manis dan gorengan.
• Tingkatkan asupan sayuran dua kali tiap makan.
• Jadikan nasi, roti, kentang, atau sereal sebagai menu utama setiap makan.
• Minum air atau minuman bebas gula setiap anda haus.
• Makanlah daging atau telor dengan porsi lebih kecil.
• Makan kacang-kacangan dengan porsi lebih kecil

2. Latihan (exercise) : yakni berolahraga untuk menurunkan gula darah secara alami. Olahraga yang disarankan adalah olahraga aerobik, seperti: jalan kaki, bersepeda, jogging, dan berenang.
3. Pemantauan gula darah : untuk mengurangi dan mencegah resiko diabetes
4. Terapi / pemberian obat-obatan
5. Edukasi dalam penangan DM meliputi pemahaman pasien DM tentang:
• Edukasi dalam penangan DM meliputi pemahaman pasien DM tentang:
• Penyakit DM : perlunya pengendalian dan pemantauan penyakit DM
• Pengobatan secara farmakologis (dengan obat-obatan) dan non-farmakologis (tanpa obat-obatan)
• Tanda – tanda hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) dan cara pencegahan
• hipoglikemia. Tanda-tanda hipoglikemia, antara lain: sakit kepala, berdebar-debar,
• gemetaran, lapar, mual dan muntah, berkeringat, bahkan dapat juga berupa penurunan kesadaran.
• Perawatan kaki pada pasien diabetes dan pencegahan timbulnya kaki diabetes.
"


5. Mudrika Novita Sari

pada : 13 September 2017

"Medikal biasanya identik dengan penyakit dalam, sedangkan bedah merupakan tindakan pembedahan. Maka medikal bedah yaitu keterkaitan sistem yang ada di dalam tubuh manusia yang berindikasi akan dilakukan tindakan pembedahan atau operasi. Keperawatan medikal bedah merupakan pelayanan profesional yang didasarkan Ilmu dan teknik Keperawatan Medikal Bedah berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif ditujukan pada orang dewasa dengan atau yang cenderung mengalami gangguan fisiologi degan atau tanpa gangguan struktur akibat trauma.
Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem pertahanan sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan patogen, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem imun juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang bertransformasi menjadi tumor. Sistem Imun terdiri dari semua sel, jaringan, dan organ yang diperlukan untuk respons imun. Fungsi sistem imun adalah melindungi tubuh dari patogen dan menghancurkan sel-sel yang sudah tidak dikenali sebagai “sel tubuh sendiri”.
Gangguan sistem kekebalan tubuh adalah terganggunya sistem kekebalan tubuh seseorang, dimana tubuh tidak mengenali jaringannya sendiri dan berbalik menyerang. Tubuh memiliki pertahanan untuk melindungi dirinya sendiri dari infeksi akibat serangan kuman penyakit. Penyakit merupakan protein asing yang berbeda dengan protein yang ada di dalam tubuh manusia, yang disebut dengan antigen. Ketika antigen menyerang tubuh, maka sistem pertahanan tubuh akan melakukan perlawanan untuk menetralisir dan menghancurkan antigen tersebut. Sistem pertahanan tubuh yang memiliki tugas melakukan hal ini disebut dengan antibodi.
Jika sistem ini tidak bekerja maka dapat menyebabkan penyakit autoimun, defisiensi imun, atau penyakit alergi. Penyakit dan gangguan sistem kekebalan tubuh yang dikategorikan tergantung dari aktivitas sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif berpotensi banyak untuk membahayakan kesehatan, daripada sistem kekebalan tubuh yang kurang aktif.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia lalu menimbulkan AIDS. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Sindrom) adalah kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang tergolong kepada kelompok retroviriade (Djauzi & Djoerban,2007). Antiretroviral Therapy merupakan salah satu kunci suksesnya perawatan HIV/AIDS. Terapi Antiretroviral ini juga dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Salah satu intervensi yang dapat dilakukan oleh perawat adalah memberikan edukasi mengenai efek kepatuhan pengonsumsian obat Antiretroviral. Perawat dapat melakukan edukasi langsung kepada pasien positif HIV secara personal.
ANC merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dengan perawatan persalinan dan skrining untuk pengobatan infeksi, termasuk secara seksual maupun infeksi menular. Dalam analisis intervensi ANC setidaknya ada empat kali kunjungan, dengan mengkonsumsi empat asam folat (IFA) dan pengambilan dua atau lebih suntikan tetanus toksoid (TT). Imunisasi TT pada ibu hamil merupakan proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus dengan cara pemberian Vaksin Tetanus. Dengan penerapan operasional dikenal standart minimal “5T” untuk pelayanan ANC yang terdiri: (1) Timbang berat badan; (2) Ukuran tekanan darah, diukur setiap kunjungan; (3) Ukuran tingkat fundus uteri, dilakukan setiap kunjungan dimana fundus uteri mulai teraba setelah usia kehamilan > 12 minggu; (4) Pemberian imunisasi tetanus toxoid atau TT lengkap, mulai diberikan pada usia kehamilan 16 minggu dengan interval pemberian selanjutnya 4 minggu; (5) Pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama hamil mulai diberikan pada usia kehamilan 20 minggu diminum 1 tablet 1 hari.
Meskipun tidak semua masalah pada sistem kekebalan tubuh belum ada obat untuk menyembuhkannya, akan tetapi dengan melakukan pengontrolan terhadap sistem imun akan dapat membantu menekan masalah lebih lanjut untuk berkembang. Dengan cara mengubah gaya hidup yang lebih sehat juga dapat membantu mengurangi resiko terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh."


6. Shavira

pada : 13 September 2017

"Nama: Shavira
NIM: 131611133140
Kelas: A3 2016
Ringkasan:
Sistem endokrin merupakan suatu sistem dalam tubuh manusia yang terdiri dari sejumlah kelenjar penghasil zat yang dinamakan hormon. Kelenjar ini dinamakan endokrin karena tidak mempunyai saluran keluar untuk zat yang dihasilkannya. Hormon yang dihasilkannya itu dalam jumlah sedikit pada saat dibutuhkan dan dialirkan ke organ sasaran melalui pembuluh darah bercampur dengan darah. Kelenjar yang produknya disalurkan melalui pembuluh khusus (seperti kelenjar ludah) dinamakan kelenjar eksokrin.
Kelenjar endokrin terdiri dari (1) kelenjar hipofise atau pituitary yang terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak; (2) kelenjar tiroid atau kelenjar gondok yang terletak di leher bagian depan; (3) kelenjar paratiroid dekat kelenjar tiroid; (4) kelenjar suprarenal yang terletak di kutub atas ginjal kiri-kanan; (5) pulau langerhans di dalam jaringan kelenjar pankreas; (6) kelenjar gonad. Placenta dapat juga dikategorikan sebagai kelenjar endokrin karena menghasilkan hormone.
Gangguan sistem endokrin terutama menimbulkan keadaan kelebihan atau defisiensi dari hormone akibat dari hiperfungsi atau hipofungsi dari kelenjar. Namun, ahli endokrinologi juga dihadapkan dengan tumor spesifik dan masalah lain dengan kelenjar endokrin yang kemungkinan tidak berkaitan dengan kelebihan atau defisiensi, kelainan primer atau sekunder dalam kepekaan terhadap hormone, dan sindroma iatrogenik. Hipofungsi destruksi merupakan kelenjar penyebab yang paling lazim dari destruksi kelenjar endokrin adalah penyakit autoimun. Hal ini ditemukan pada sebagian besar dari diabetes mellitus dependen-insulin, hipotiroidisme, insufisiensi adrenal, dan kegagalan gonad.
Pada kelenjar hipofisis, suatu gangguan seperti tumor atau hipotensi sebagai akibat syok atau perdarahan merupakan penyebab yang lebih khas. Setiap kelenjar endokrin dapat mengalami kerusakan, dengan akibat hipofungsi, oleh karena neoplasma, infeksi, atau perdarahan. Gangguan ekstraglanduler merupakan gangguan kerusakan terhadap kelenjar endokrin yang merupakan organ dengan fungsi utama lain. Contoh pada penyakit ginjal, menimbulkan konversi cacat akibat kelainan metabolik, kerusakan terhadap sel juxtaglomeruler penghasil rennin yang menyebabkan hipoaldoteronisme hiporeninemik, dan kerusakan terhadap sel-sel penghasil eritropoietin yang menyebabkan anemia.
Hiperrfungsi dari sebagian besar kelenjar endokrin biasanya timbul sebagai akibat tupmor. Adanya tumor menghasilkan kelebihan hormon. Contoh tumor pada hipofisis dapat menyebabkan produksi kelebihan dari sebagian besar hormone (ACTH, GH, PRL, TSH, LH, FSH, dll). Cacat dalam kepekaan terhadap hormon resistensi primer terhadap sejumlah hormone telah diketahui, hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah tipe yang berbeda dari cacat pada reseptor hormone ataupun akibat fungsi di distal reseptor.
Cacat genetic pada reseptor yang menimbulkan sindroma resistensi telah dilaporkan untuk glukokortikoid, hormone tiroid, androgen, vitamin D, PTH, ADH, GH, insulin, dan TSH. Cacat pascareseptor diketahui terjadi pada beberapa kasus pseudohipoparatiroidisme dan juga pada diabetes mellitus non dependen-insulin. Kelenjar-kelenjar yang paling sering terlibat dalam sindroma kelenjar endokrin multipel adalah paratiroid, hipofisis, pankreas, tiroid, dan adrenal. Sindroma ini biasanya ditemukan dalam pola pewarisan autosomal dominan."


7. ismi shonatul chofifah

pada : 13 September 2017

"Pernapasan atau respirasi adalah proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida dalam tubuh organisme. Fungsinya adalah untuk mensuplai oksigen (O2) ke dalam sel-sel jaringan tubuh dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) sebagai hasil respirasi dan dihasilkan energi. Pernapasan meliputi dua proses, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi adalah pemasukan udara luar ke dalam tubuh melalui alat pernapasan, sedangkan ekspirasi adalah pengeluaran udara pernapasan ke luar tubuh melalui alat pernapasan.
Proses pernapasan meliputi dua proses, yaitu menarik napas atau inspirasi dan mengeluarkan napas atau ekspirasi. Pada saat menarik napas, otot diafragma berkontraksi, dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. Bersamaan dengan itu, otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Pada saat mengeluarkan napas, otot diafragma dan otot-otot tulang rusuk melemas, akibatnya rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar.
Sistem pernapasan manusia yang terdiri atas beberapa organ dapat mengalami gangguan. Gangguan ini biasanya berupa kelainan atau penyakit. Kelainan yang menyerang organ sisten pernapasan dapat menyebabkan terganggunya proses pernapasan. Kelainan pada organ pernapasan manusia, antara lain: emfisema, asma, kanker paru-paru, tuberkulosis (TBC), bronkhitis, dan influenza.
Pencegahan dan pengobatan penyakit pernafasan sebagian besar penyakit pernafasan disebabkan kebiasaan buruk dan gaya hidup tidak sehat. Pencegahan Penyakit Pernafasan diantaranya: Perkuat sistem imun tubuh dengan makanan bergizi (tinggi Zinc, vitamin C, dan E), pola tidur yang teratur, menjaga kebersihan diri serta lingkungan, cuci tangan sebelum makan, dan rutin berolahraga, melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan segera memeriksakan diri ke dokter. Bisa juga dilakukan dengan batuk efektif untuk mengeluarkan sekret jika ada.
"


8. Ainul Fidiatun Nofa

pada : 13 September 2017

"NAMA : AINUL FIDIATUN NOFA
NIM : 131611133123
KELAS : A3 (2016)
Pada penderita gastritis bisa mengakibatkan Ulkus Peptikum, Perdarahan saluran cerna bagian atas bahkan kematian, untuk itu di usahakan mengatur pola makan, tidak melakukan aktifitas berlebih dan menghindari makan makan yang pedas ataupun asam dan menggunakan obat anti steroid yang berlebihan karena dapat meningkatkan asam lambung. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu di harapkan perawatan gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien gastritis dengan menggunakan terapi non farmakologi dengan aromaterapi lavender dapat membantu dalam mengurangi rasa nyeri."


9. Sanidya Nisita Pratiwimba

pada : 14 September 2017

"Nama : Sanidya Nisita P
Nim : 131611133132
Kelas : A3
Imunologi adalah suatu cabang yang luas dari ilmu biomedis yang mencakup kajian mengenai semua aspek sistem imun (kekebalan) pada semua organisme. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan penyakit autoimun, penyakit inflamasi dan kanker. Imunodefisiensi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh tidak sekuat seperti biasa, sehingga berulang dan infeksi yang mengancam jiwa. Sedangkan gejala penyakit kekebalan tubuh bervariasi, demam dan kelelahan adalah tanda-tanda umum bahwa sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik
"


10. Esti Ristanti

pada : 14 September 2017

"Hematologi adalah spesialisasi medis yang berkenaan dengan studi mengenai darah, jaringan yang menghasilkan darah, dan kelainan, penyakit, dan gangguan yang berkaitan dengan darah. Macam-macam gangguan pada sistem hematologi yaitu leukimia, hipertensi, hemofilia, anemia. Topik yang kami ambil yaitu gangguan anemia, Anemia merupakan keadaan di mana masa eritrosit dan atau masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh (Handayani dan Haribowo, 2008)

"


11. Septin Srimentari L D

pada : 14 September 2017

"Nama: Septin Srimentari Lely Darma
Nim: 131611133046
Kelas: A1-2016
Ringkasan:
Sistem Hematologi merupakan sistem tubuh yang berhubungan dengan darah dan jaringan pembentuk darah. Salah satu fungsi darah sebagai transportasi oksigen, nutrien, dan bahan kimia dalam tubuh. Di dalam tubuh, darah terdiri atas dua komponen darah yaitu komponen padat terdiri dari darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), sel pembeku darah (trombosis), dan komponen cair yaitu plasma darah. Komponen darah memiliki bentuk, fungsi, dan warna yang berbeda sesuai jenisnya. Penyimpanan darah di rumah sakit harus diperlakuan dengan cara yang benar dan tepat, seperti halnya dalam menyimpan darah untuk pasien keesokan harinya perlu disimpan di suhu yang sesuai. Gangguan yang terjadi pada sistem hematologi antara lain anemia, leukimia, hemofilia, thalesemia, dan sickle cell disease. Anemia adalah difisiesi sel darah merah yang disebabkan pembentukan sel darah merah yang terlalu lambat atau kehilangan sel darah merah terlalu banyak, sering terjadi pada wanita. Pasien anemia sering merasakan kelemahan otot, perawat perlu melakukan pengkajian mengenai kekuatan otot penderita anemia untuk dapat melalukan intervensi lebih lanjut kepada pasien. Leukimia/ kanker darah merupakan penyakit yang disebabkan oleh sel darah putih yang bertugas sebagai pertahanan tubuh berkembang melebihi dari jumlah normal. Intervensi yang dapat dilakukan oleh perawat kepada pasien leukimia yaitu dengan kemoterapi. Hemofilia terjadi karena faktor pembeku darah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya sehingga terjadilah darah sukar membeku dan luka akan lama sembuh. Thalesemia merupakan penyakit genetik yang dimana tubuh tidak dapat memproduksi cukup hemoglobin di dalam tubuh sehingga oksigen tidak bisa diikat dengan baik. Perawat dapat melakukan intervensi terapi transfusi darah kepada penderita thalesemia, hal yang perlu diperhatikan oleh perawat sebelum melakukan transfusi darah mengecek hemoglobin pasien dengan tujuan menghindari adanya penunpukan zat besi dalam tubuh. Perawat perlu mengetahui kebutuhan pasien atas darah yang perlu ditransfusikan kepada pasiennya dikarenakan komponennya yang berbeda-beda. Sickle cell disease adalah penyakit yang disebabkan sel darah merah berbentuk bulan sabit sehingga tidak dapat mengangkut oksigen dengan baik. "


12. Asih Parama Anindhia

pada : 24 September 2017

"Nama : Asih Parama Anindhia
NIM :131611133075

Gangguan Sistem Imunologi

1. Remathoid Arthritis
Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit inflamasi autoimun-sistemik, progresif dan kronis yang mempengaruhi banyak jaringan dan organ, namun pada prinsipnya merusak sendi-sendi sinovial. Proses inflamasi ini seringkali berujung pada kerusakan tulang rawan sendi dan ankilosing sendi. Penyebab RA sampai sekarang belum diketahui dan wanita memiliki resiko 3-4 kali lebih besar dibanding pria.
Rasa nyeri sering timbul pada penderita Remathoid Arthritis (RA). Rasa nyeri yang timbul bersifat kompleks dan merupakan hasil interaksi faktor-faktor fisiologis, psikologis, serta pengalaman masa lalu individu, konteks, dan manfaat terapi yang dijalani. Presepsi individu tentang nyeri juga menjadi salah satu pengaruh. Untuk itu intervensi keperawatan yang di sarankan oleh Colcaba (2011) dengan menggunakan Teknis pengukuran kenyamanan, coaching (mengajarkan) dan comfort food (untuk jiwa, meliputi intervensi kenyamanan psikologis). Selain itu untuk menurunkan rasa nyeri juga dilakukan terapi pemberian obat NSID atau COX-inhibitor. Apabila terjadi kegagalan maka tindakan pembedahan menjadi solusi. Total Knee Artoplasty (TKA) adalah tindakan pembedahan paling efektif.

2. Systemic Lupus Erithematosus
Systemic Lupus Erithematosus (SLE) merupakan penyakit autoimun (penyakit yang timbul akibat serangan sistem imun itu sendiri) dengan kondisi dengan peradangan kronis dari jaringan tubuh. Lupus juga disebut sebagai Great Imitator sehinggasering menyebabkan terjadi kesalahan dalam diagnosis awal, sehingga terjadi kesalahan dalam pemberian terapi. Hal tersebut menyebabkan terlambatnya penanganan lupus itu sendiri. Pengkajian pada penderita SLE berfokus pada gangguan fisik, gangguan aktivitas, serta keterbatasan dalam beraktualisasi diri.

3. HIV/AIDS
Human Imunodeficiency Viruses (HIV) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan menjadi penyebab AIDS. Penderita HIV/AIDS beresiko tinggi terhadap penyakit tertentu, seperti: pneumoni, TBC, dan enteritis. Umumnya virus akan bersarang bertahun-tahun dalam darah sebelum timbul gejala. HIV secara serologi baru dapat dideteksi setelah 2-16 minggu terinfeksi. HIV dapat menular melalui hubungan sex, kehamilan, jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah dan transplantasi organ. Pencegahan yang dapat kita lakukan dengan mencuci tangan sebelum maupun sesudah berinteraksi dengan pasien, serta menggunakan alat pelindung diri.

4. Syok Anafilaktik
Syok anafilaktik adalah kegagalan sirkulasi darah yang terjadi akibat reaksi alergi berat dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Gejala utamanya berupa tekanan darah rendah, pusing, dan bahkan pingsan yang didahului oleh reaksi alergi berupa gatal gatal kemerahan pada kulit, pembengkakan dan sebagainya. Penatalaksanaan/intervensi pada klien dengan syok anafilatik adalah sebagai berikut:
a. Hindari pemberian bahan penyebab(alergen dari makanan, obat obatan, dan lain lain) dan minta pertolongan langsung kepada Rumah Sakit terdekat.
b. Melakukan resusitasi ABC
A-Saluran Napas dan Adrenalin
• Menjaga saluran napas dan pemberian oksigen 100%
• Pemberian Adrenalin/epinefrin sesuai dosis yang dibutuhkan
B-Pernapasan
• Menjamin pernapasan yang adekuat
• Mempermudah jalan nafas
• Pemberian adrenalin (bronkodilator) akan mengatasi bronkospasme dan edema saluran napas atas.
C-Sirkulasi
• Kaji akses sirkulasi dengan menganalisa hasil HR dan tekanan darah pasien.
• Pada umunya, pasien dengan syok ini mengalami hipotensi berat, hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian adrenaline, dan memberikan infus saline normal.Aliran balik vena dapat dibantu dengan mengangkat kaki pasien atau memiringkan posisi pasien sehingga kepala lebih rendah

5. Multiple Sclerosis
Multiple Sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun kronik yang menyerang mielin otak dan medula spinalis. Menyebabkan kerusakan mielin dan juga akson yang mengakibatkan gangguan transmisi konduksi saraf.penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui. MS bersifat progresif dan mengakibatkan kecacatan. Perempuan umumnya memiliki resiko lebih besar, dengan ratio 2:1 dibandingkan laki-laki. Pada umumnya diderita oleh mereka yang berusia Umumnya diderita oleh mereka yang berusia 20-50 th. Faktor genetik dan non-genetik seperti infeksi virus, metabolisme dan faktor lingkungan diduga berperan dalam mencetuskan respons imun yang merusak susunan saraf pusat ini. Gejala yang umunya terjadi adalah gangguan penglihatan yang disertai rasa nyeri (neuritis optika) serta pandangan ganda (diplopia) akibat ophtalmoplegiainternuklear dan nistagmus. MS dibagi atas 3 Fase yakni: lesi demielenisasi, fase akut, fase kronik."


13. Galang Hashfiansyah

pada : 24 September 2017

"NAMA: Galang Hashfiansyah
NIM: 131611133051
KELAS: A2-2016

Sistem Kardiovaskular
Sistem yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh yang diperlukan dalam prses metabolisme.
Jaringan dan organ tubuh akan menerima aliran darah dalam jumlah yang cukup sehingga jaringan dan organ tubuh menerima nutrisi yang adekuat
Komponen Kardiovaskular
a. JANTUNG, sebagai organ pemompa
b. KOMPONEN DARAH, sebagai pembawa materi oksigen dan nutrisi
c. PEMBULUH DARAH, sebagai media yang mengalirkan komponen darah
Fungsi Sistem Kardiovaskular
• Transportasi oksigen, nutrisi, hormon, dan sisa metabolisme
• Transportasi dan distribusi panas tubuh
• Pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit
Macam penyakit kardiovaskular
1. Hipertensi
2. Gagal Jantung
3. Stroke
4. Penyakit Jantung Koroner
5. Penyakit jantung bawaan (akibat cacat dari lahir)
6. Penyakit jantung rematik (komplikasi infeksi tenggorokan)
7. Penyakit urat nadi perifer
8. Angina (nyeri pada dada akibat kekurangan aliran darah ke jantung)
9. Serebrovaskular (masalah dengan pembuluh darah di otak)
HIPERTENSI- terapi napas dalam
• Penurunan tekanan darah pada paseien hipertensi melaui terapi relaksasi napas dalam
• Penelitian yang dilakukan pada pasien hipertensi di Desa Kasesi Kecamatan Kasesi Pekalongan menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi napas dalam. Tekanan darah pasien menurun. (Tekanan Sistolik: 156,46 mmHgà 138 mmHg; Tekanan Diastolik: 93 mmHg à 86,46 mmHg)
HIPERTENSI-pola diet dan kebiasaan olahraga
• Gaya hidup modern membuat berkurangnya aktivitas fisik (olahraga), gaya hidup serba cepat menuntut segala sesuatunya serba instan, kebiasaan menyantap makanan instan, cendrung menggunakan zat pengawet seperti natrium benzoate dan penyedap rasa seperti Monosodium Glutamate (MSG) yang telah menggantikan bahan makanan segar, apabila asupan natrium, kalium berlebihan, perilaku tersebut merupakan pemicu naiknya tekanan darah
Jantung Koroner- Pemasangan Angioplasty
• Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri koroner akibat proses Aterosklerosis, spasme arteri atau kombinasi keduanya
Penyakit Jantung Bawaan
• Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah penyakit dengan kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung yang dibawa dari lahir
STROKE-senam anti stroke
• Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak.
• Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus à maka sel-sel otak akan mulai mati à maka otak akan rusak, bahkan seseorang yang terkena stroke bisa meninggal

"


14. Grace Marcellina B

pada : 24 September 2017

"Nama: Grace Marcellina B
NIM: 1316111061
Kelas: A2-2016
Ringkasan:
Hematologi adalah Ilmu yang mempelajati tentang darah serta jaringan yang membentuk darah.
Intervensi yang dapat dilakukan terhadap penderita talasemia berdasarkan paparan
jurnal “Aspek Genetik Talasemia” oleh Joycer Regar dari bagian biologi Fakultas
Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado adalah :
Transfusi darah
• Syarat : bila kadar Hb rendah ( < 6 g/dL )
• Diberikan : PRC (Packet Red Cell)
• Tujuan : mempertahankan Hb (12 g/dL < Hb g/dL < 16 g/dL)
Medikamentosa
• Pemberian iron chelating agent : Mengeluarkan besi dari jaringan tubuh, membantu mengurangi hemosiderosis bila diberikan secara teratur
• Pemberian kelasi besi (dezferoxamine) : Atasi kelebihan zat besi
• Pemberian asam folat2-5 mg/hari : Memenuhi kebutuhan yang meningkat terutama pasien yang jarang mendapatkan tranfusi darah
• Vitamin E 200-400 IU (International Unite) / hari
• Antioksidan : Memeperpanjang umur sel darah merah
• Vitamin C 100-250 mg/hari selama pemberian kelas besi : Meningkatkan efek kelas besi
Bedah
• Splenektomi : Diindikasikan bila terjadi hiperplenisme yang membatasi gerak pasien
• Meningkatkan tekanan intra abdominal yang mengganggu pernapasan serta beresiko ruptur limpa
• Transplantasi sumsum tulang : Dipertimbangkan tiap kasus baru talasemia mayor
Lain-lain
Pemantauan fungsi organ lainnya : jantung, paru-paru, hati, organ endokrin
(termasuk glukosa darah), gigi, telinga, mata, tulang.

Hipertensi adalah kondisi yang terjadi ketika sejumlah darah dipompakan oleh jantung melebihi kemampuan yang dapat ditampung dinding arteri. Ketika jumlah darah tinggi. Menurut WHO dan the International Society of Hypertension (ISH). Saat ini terdapat lebih dari 600 juta penduduk di dunia menderita hipertensi dan 3 juta diantaranya meninggal pada setiap tahun.
Sebagaimana yang peneliti paparkan, bahwa intervensi yang dapat dilakukan kepada penderita hipertensi ini bisa melalui terapi. Latihan fisik yang dapat dilakukan oleh penderita hipertensi antara lain :
1. Therapeutic Exercise Walking
Kegiatan berupa: tindakan berjalan biasa, tangan diayun sesuai irama jalan,
melibatkan gerakan tubuh. Sedangkan, manfaat yang didapat setelah
melakukan kegiatan ini :
• sangat baik untuk kesehatan jantung
• melancarkan sirkulasi
• menurunkan tekanan darah

2. Birsk Walking Exercise

• Kegiatan : Bentuk latihan aerobic, bentuk latihan aktivitas, teknik jalan cepat, lama 20-30 menit, kecepatan rerata 4-6 km/jam
• Mekanisme : Membakar kalori, merilekskan tubuh, menurunkan stress, aman untuk semua umur penderita hipertensi
• Rekomendasi dari American College of Support Association (AHA) dan American College of Sport Medicine tentang kegiatan ini :
 Frekuensi : seminggu 3-5 kali
 Durasi : 30 menit
3. Diet rendah kalor
Manfaat : pengeluaran ion natrium meningkat melalui keringat saat Brisk Walking Exercise
4. Penurunan tekanan perifer oleh respon baroreseptor di ginjal
Manfaat :
 Baroreseptor (serabut saraf) → mendeteksi perubahan tekanan pembuluh darah.
 Birsk Walking Exercise → pembuluh darah melebar → aktifasi baroreseptor menurun → hormone renin lepas → aktifasi perubahan protein angiotensinogen → penurunan angioten-sinogen I
 Tekanan pembuluh darah turun → simpatik saraf pusat aktif → vasokontriksi"


15. Ida Nurul Fadilah

pada : 24 September 2017

"Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Darah adalah cairan yang ada pada manusia sebagai alat transportasi berfungsi untuk megirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Ada beberapa gangguan pada sistem hematologi, diantaranya adalah thalasema, hipertensi, infark miokardial, dan anemia.
Intervensi yang dapat dilakukan pada penderita thalasemia adalah transfusi darah, medikamentosa, bedah, dan lain-lain seperti pemantauan fungsi organ.
Intervensi pada penderita hipertensi bisa melalui terapi. Latihan fisik yang dapat dilakukan oleh penderita hipertensi antara lain therapeutc exercise walking (berupa berajlan biasa, tangan diayun sesuai irama jalan, dan melibatkan gerakan tubuh), birsk walking exercise (bentuk latihan aerobik), diet rendah kalor. Penurunan tekanan perifer oleh respon baroreseptor di ginjal.
Anemia merupakan penurunan jumlah eritrosit (red cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke jaringan perifer.
"


16. Maulidiyah Mahayu Nilam Anindy

pada : 24 September 2017

"Kelenjar Endokrin: Organ yang menghasilkan hormon yang tidak memiliki duktus/pembuluh/saluran, sehingga hormon yang dihasilkan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah .
Contoh kelenjar endokrin adalah:
- kelenjar tiroid
- kelenjar adrenal
- ovarium
- testis
- pankreas
- dsb.
Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di bagian depan leher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.
Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang sangat penting, kelenjar ini memerankan peran utama dalam fungsi normal dari semua proses metabolisme. Patologi tiroid sangat komplek, berisikan element yang tidak berbahaya (yang bisa hidup bersama dengan patologi lainnya), tetapi terdapat sebuah element yang berbahaya dan meneyebabkan dampak yang merugikan pada pasien.
Stress adalah faktor yang muncul dari auto-imune patologi tiroid, sebuah element juga mendampingi diagnosis pasien dengan kanker tiroid. Penyebab utama yang meningkatkan angka dari kasus-kasus baru kanker tiroid dalam akhir dekade ini adalah :
1. radiasi
2. faktor lingkungan
3. faktor genetik,
Manajemen pengobatan kanker tiroid meliputi 3 langkah yang penting untuk diketahui :
1. Pembedahan
Pembedahan dilakukan untuk mengambil kelenjar tiroid yang disebut tiroidektomi merupakan salah satu tindakan untuk mencegah perkembangan sel kanker. Setelah tindakan tiroidektomi ini sebagai perawat salah satunya bertugas untuk mengevaluasi dengan tepat serta memberikan perawatan luka post-operasi dengan tepat dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menentukan strategi pengobatan selanjutnya.
2. Ablasi radioiodine sesuai dengan pedoman yang ada
3. Pengobatan pada hormone dengan supresi TSH
Pemberian hormon TSH dan pemberian iodine berguna untuk mengembalikan kelenjar tiroid agar berfungsi sesuai dengan normalnya.
Intervensi pada kanker tyroid adalah:
1. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium yang membedakan tumor jinak dan ganas tiroid belum ada yang khusus
2. Radiologis
a. Foto X-Ray
b. Ultrasound
c. Computerized Tomografi
d. Scintisgrafi
3. Biopsi Aspirasi
4. Pembedahan
5. Kemoterapi
6. Terapi Ablasi Iodium Radioaktif
7. Terapi Supresi L-Tiroksin

"


17. Maulidiyah Mahayu Nilam Anindy

pada : 24 September 2017

"Nama: Maulidiyah Mahayu Nilam Anindy
NIM: 131511133067
Kelas: A2

Resume:
Kelenjar Endokrin: Organ yang menghasilkan hormon yang tidak memiliki duktus/pembuluh/saluran, sehingga hormon yang dihasilkan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah .
Contoh kelenjar endokrin adalah:
- kelenjar tiroid
- kelenjar adrenal
- ovarium
- testis
- pankreas
- dsb.
Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia. Kelenjar ini dapat ditemui di bagian depan leher, sedikit di bawah laring. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein, dan mengatur sensitivitas tubuh terhadap hormon lainnya.
Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang sangat penting, kelenjar ini memerankan peran utama dalam fungsi normal dari semua proses metabolisme. Patologi tiroid sangat komplek, berisikan element yang tidak berbahaya (yang bisa hidup bersama dengan patologi lainnya), tetapi terdapat sebuah element yang berbahaya dan meneyebabkan dampak yang merugikan pada pasien.
Stress adalah faktor yang muncul dari auto-imune patologi tiroid, sebuah element juga mendampingi diagnosis pasien dengan kanker tiroid. Penyebab utama yang meningkatkan angka dari kasus-kasus baru kanker tiroid dalam akhir dekade ini adalah :
1. radiasi
2. faktor lingkungan
3. faktor genetik,
Manajemen pengobatan kanker tiroid meliputi 3 langkah yang penting untuk diketahui :
1. Pembedahan
Pembedahan dilakukan untuk mengambil kelenjar tiroid yang disebut tiroidektomi merupakan salah satu tindakan untuk mencegah perkembangan sel kanker. Setelah tindakan tiroidektomi ini sebagai perawat salah satunya bertugas untuk mengevaluasi dengan tepat serta memberikan perawatan luka post-operasi dengan tepat dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menentukan strategi pengobatan selanjutnya.
2. Ablasi radioiodine sesuai dengan pedoman yang ada
3. Pengobatan pada hormone dengan supresi TSH
Pemberian hormon TSH dan pemberian iodine berguna untuk mengembalikan kelenjar tiroid agar berfungsi sesuai dengan normalnya.
Intervensi pada kanker tyroid adalah:
1. Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium yang membedakan tumor jinak dan ganas tiroid belum ada yang khusus
2. Radiologis
a. Foto X-Ray
b. Ultrasound
c. Computerized Tomografi
d. Scintisgrafi
3. Biopsi Aspirasi
4. Pembedahan
5. Kemoterapi
6. Terapi Ablasi Iodium Radioaktif
7. Terapi Supresi L-Tiroksin

"


18. fatatin nazhifah

pada : 24 September 2017

"NAMA : FATATIN NAZHIFAH
NIM : 131611133089
KELAS : A2
SGD : 5
TOPIK : Gangguan Sistem Hematologi
RESUM :

Hematologi : ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah

Contoh gangguan system hematologi dan intervensi yang diberikan:

a. talasemia :
penyakit keturunan (gen)
berupa kekurangan sel darah merah
karena hemoglobin tidak terbentuk sempurna

tindakan 1: tranfusi darah

minimal 2x sebulan
dari darah nukleonekutesting / nuklunamination dan NAT (nukleonitesting) :
lekoreduction (sel darah putih dikurangi) tidak ganggu penderita talasemia sering
aman terbebas dari penyakit tranfusi darah (bebas hepatitis A, hepatitis B, sifilis, HIV)
terjangkau

Efek positif : mengaktifkan fungsi darah sebagai alat transportasi
a.) mengirim zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh
b.) mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism
c.) pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri

Efek negative : kelebihan zat besi yang menyerang
a.) jantung : gagal jantung
b.) hati : gagal hati
c.) kelenjar endokrin (hormone) :
tubuh pendek,
tidak menstruasi,
seks sekunder tidak ada,
tidak bisa memiliki keturunan

tindakan 2 : medikamentosa :
a.) iron chelating agent :
b.) kelasi besi / dezreroxamine : mengurangi penumpukan zat besi
c.) asam folat 2-5 mg/hari
d.) vitamin E 200-400 IU
e.) antioksidan
f.) vitmin C 100-250 mg/hari

Tindakan 3 : bedah
a.) splenektomi
b.) meninngkatkan tekanan intraabdominal
c.) transplantasi umsum tulang
4.) pemantauan fungsi organ lainnya

Tahun 2003 :
Jaminan Pengobatan Pelayanan Talasemia (Jampeltas)
Dari pemerintah Indonesia
Bebas bea
Posisi dari kelas 3
Tariff rawat inap
Tumbuh kembang anak bagus
Sekarang BPJS :
Premi 25.500
Semua dicover
Rawat jalan bea rawat jalan tidak mencukupi
Obat dikurangi
Harapan: kembali ke bea rawat inap

b. hipertensi
1.) therapeutic exercise walking / terapi jalan biasa
2.) bisk walking exercise / terapi jalan cepat
Cara :
Siku 90 derajat
Tangan tidak terayun menyilang melewati pusat tubuh ataupun pinggul
Terayun di sisi tubuh bergantian kanan kiri
Bahu rileks
Punggung tegak
Melihat lurus ke depan
Tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat
Dorongan langkah menelapak dari tumit menuju jari-jari depan
3.) diet rendah kalori
4.) penurunan tekanan perifer oleh respon baroreseptor di ginjal

c. Infark Miocardial
1.) mengembangkan proporsi dari pasien penerima reperfusi
2.) pmengurangi keterlambatan emberian reperfusi
3.) inovasi bioteknologi : strategi modulasi gen untuk mempengaruhi peradangan, dll

pertolongan serangan jantung
1.) istirahhtkan korban
2.) posisi setengah / W posisi
3.) dukung dengan lanti
4.) menekuk lutut menjajakkan telapak kaki
5.) dukungan kepala da punggung dengan bersandar pada penolong
6.) monitor pernapasan
7.) longgarkan pakaian
8.) tenang dan menentramkan hati
9.) panggil ambulan (999) segera
Bila tidak sadar
Bantu dengan dukungan kehidupan dasar (basic life support)
Minum aspirin bila tidak alergi

d. anemia
penurunan jumlah eritrosit
tidak memenuhi fungsi membawa oksigen ke jaringan perifer
semakin kuat anemia semakin lemah kekuatan otot genggaman tangan


Sumber :
Regar, Joycer. 2009. Aspek Genetik Talasemia. Jurnal Biomedik, volume I, nomor 3, November 2009, hlm. 151-158.
Sukarmin, Elly Nurrachman, dan Dewi Gayatri. 2013. Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Melalui Birsk Walking Exercise. Jurnal Keperawatan Indonesia. Volume 16, No. 1, Maret 2013, hlm. 33-39 pISSN 1410-4490, eISSN 2354-9203.
Chew, Derek P. White, Harvey D. 2008. “Acute Myocardial Infraction” The Lancet; Aug 16-Aug 22, 2008; 372, 9638; Family Health Database pg. 570.
Ariastawan, I Kadek. 2014. Pengelolaan Intoleransi Aktivitas pada Tn. Y dengan Anemia di Ruang Anyelir di RSUD Ambarawa. Manuskrip, laporan khusus, 2014.
Sitti, Hajar, Syukuri, Maimun. 2017. Hubungan Anemia dengan Kekuatan Otot Genggaman Tangan pada Pasien Hemodialisis Kronik di RSUDZA Banda Aceh. Original article, vol 2 no 22-27, Februari 2017."


19. Faizatul Ummah

pada : 24 September 2017

"Hematologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Darah adalah cairan yang ada pada manusia sebagai alat transportasi berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Gangguan yang terjadi pada sistem hematologi antara lain thalasemia, hipertensi, infark miokardial, dan anemia. Talasemia adalah penyakit darah berupa anemia hemolitik dan diturunkan sesuai dengan hukum Mendel serta bersifat resesif. Penderita akan mudah mengalami anemia (kurang darah/pucat) karena mereka mengalami hermolisis (pemecahan) pada sel darah merah (eritrosit). Intervensi yang dapat dilakukan terhadap penderita talasemia berdasarkan paparan jurnal “Aspek Genetik Talasemia” oleh Joycer Regar adalah transfusi darah, medikamentosa, bedah, dan pemantauan fungsi organ lainnya.
Hipertensi adalah gangguan pada sistem peredaran darah yang mengakibatkan tekanan darah naik di atas batas normal. Atau bisa disebut dengan kondisi tekanan darah pada pembuluh arteri lebih tinggi bila dibandingakan dengan tekanan normal. Berdasarkan jurnal penelitian, “Pengaruh Therapeutic Exercise Walking terhadap Tekanan Darah Klien Hipertensi di Desa Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember” oleh Dian Nurani Octavia menyebutkan intervensi pada penderita hipertensi dapat dilakukan melalui terapi. Latihan fisik yang dapat dilakukan oleh penderita hipertensi adalah therapeutic exercise walking, brisk walking exercise, diet rendah kalori, penurunan tekanan perifer oleh respon baroreseptor di ginjal.
Infark miokardial atau biasa disebut dengan serangan jantung, menyebabkan kematian otot jantung. Ada beberapa terapi yang menurut penelitian bisa mengurangi jumlah kematian yg diakibatkan oleh penyakit infark miokardial dam juga mengurangi angka probabilitas terserang penyakit tersebut. Mengembangkan proporsi dari pasien yang menerima reperfusi dan mengurangi keterlambaan atau tertundanya pemberian reperfusi dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dibandingkan mengganti strategi ke pengobatan lain.
Anemia secara fungsional didefenisikan sebagai penurunan jumlah masa eritrosit (red cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup kejaringan perifer. Penelitian Ji Hyun Moon et al tentang hubungan antara massa otot yang rendah dengan anemia, diteliti pada kelompok usia muda. Penelitian tersebut melibatkan seluruh partisipan laki-laki berusia 20-39 tahun. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa partisipan dengan usia 20-39 tahun yang menderita anemia memiliki kekuatan otot yang lebih lemah dibanding dengan partisipan yang tidak menderita anemia. Faktor yang diduga berhubungan dengan hasil penelitian adalah asupan energi dan zat besi, riwayat merokok, konsumsi alkohol, dan frekuensi latihan fisik.
"


20. fatatin nazhifah

pada : 24 September 2017

"NAMA : FATATIN NAZHIFAH
NIM : 131611133089
KELAS : A2
SGD : 5
TOPIK : Gangguan Sistem Hematologi
RESUM :

Hematologi : ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah

Contoh gangguan system hematologi dan intervensi yang diberikan:

a. talasemia :
penyakit keturunan (gen)
berupa kekurangan sel darah merah
karena hemoglobin tidak terbentuk sempurna

tindakan 1: tranfusi darah

minimal 2x sebulan
dari darah nukleonekutesting / nuklunamination dan NAT (nukleonitesting) :
lekoreduction (sel darah putih dikurangi) tidak ganggu penderita talasemia sering
aman terbebas dari penyakit tranfusi darah (bebas hepatitis A, hepatitis B, sifilis, HIV)
terjangkau

Efek positif : mengaktifkan fungsi darah sebagai alat transportasi
a.) mengirim zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh
b.) mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism
c.) pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri

Efek negative : kelebihan zat besi yang menyerang
a.) jantung : gagal jantung
b.) hati : gagal hati
c.) kelenjar endokrin (hormone) :
tubuh pendek,
tidak menstruasi,
seks sekunder tidak ada,
tidak bisa memiliki keturunan

tindakan 2 : medikamentosa :
a.) iron chelating agent :
b.) kelasi besi / dezreroxamine : mengurangi penumpukan zat besi
c.) asam folat 2-5 mg/hari
d.) vitamin E 200-400 IU
e.) antioksidan
f.) vitmin C 100-250 mg/hari

Tindakan 3 : bedah
a.) splenektomi
b.) meninngkatkan tekanan intraabdominal
c.) transplantasi umsum tulang
4.) pemantauan fungsi organ lainnya

Tahun 2003 :
Jaminan Pengobatan Pelayanan Talasemia (Jampeltas)
Dari pemerintah Indonesia
Bebas bea
Posisi dari kelas 3
Tariff rawat inap
Tumbuh kembang anak bagus
Sekarang BPJS :
Premi 25.500
Semua dicover
Rawat jalan bea rawat jalan tidak mencukupi
Obat dikurangi
Harapan: kembali ke bea rawat inap

b. hipertensi
1.) therapeutic exercise walking / terapi jalan biasa
2.) bisk walking exercise / terapi jalan cepat
Cara :
Siku 90 derajat
Tangan tidak terayun menyilang melewati pusat tubuh ataupun pinggul
Terayun di sisi tubuh bergantian kanan kiri
Bahu rileks
Punggung tegak
Melihat lurus ke depan
Tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat
Dorongan langkah menelapak dari tumit menuju jari-jari depan
3.) diet rendah kalori
4.) penurunan tekanan perifer oleh respon baroreseptor di ginjal

c. Infark Miocardial
1.) mengembangkan proporsi dari pasien penerima reperfusi
2.) pmengurangi keterlambatan emberian reperfusi
3.) inovasi bioteknologi : strategi modulasi gen untuk mempengaruhi peradangan, dll

pertolongan serangan jantung
1.) istirahhtkan korban
2.) posisi setengah / W posisi
3.) dukung dengan lanti
4.) menekuk lutut menjajakkan telapak kaki
5.) dukungan kepala da punggung dengan bersandar pada penolong
6.) monitor pernapasan
7.) longgarkan pakaian
8.) tenang dan menentramkan hati
9.) panggil ambulan (999) segera
Bila tidak sadar
Bantu dengan dukungan kehidupan dasar (basic life support)
Minum aspirin bila tidak alergi

d. anemia
penurunan jumlah eritrosit
tidak memenuhi fungsi membawa oksigen ke jaringan perifer
semakin kuat anemia semakin lemah kekuatan otot genggaman tangan


Sumber :
Regar, Joycer. 2009. Aspek Genetik Talasemia. Jurnal Biomedik, volume I, nomor 3, November 2009, hlm. 151-158.
Sukarmin, Elly Nurrachman, dan Dewi Gayatri. 2013. Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Melalui Birsk Walking Exercise. Jurnal Keperawatan Indonesia. Volume 16, No. 1, Maret 2013, hlm. 33-39 pISSN 1410-4490, eISSN 2354-9203.
Chew, Derek P. White, Harvey D. 2008. “Acute Myocardial Infraction” The Lancet; Aug 16-Aug 22, 2008; 372, 9638; Family Health Database pg. 570.
Ariastawan, I Kadek. 2014. Pengelolaan Intoleransi Aktivitas pada Tn. Y dengan Anemia di Ruang Anyelir di RSUD Ambarawa. Manuskrip, laporan khusus, 2014.
Sitti, Hajar, Syukuri, Maimun. 2017. Hubungan Anemia dengan Kekuatan Otot Genggaman Tangan pada Pasien Hemodialisis Kronik di RSUDZA Banda Aceh. Original article, vol 2 no 22-27, Februari 2017."


21. Nahdiya Rosa A

pada : 24 September 2017

"Nama : Nahdiya Rosa Ahmari
NIM : 131611133065
Kelas : A2 (2016) – SGD 5
Intervensi Keperawatan Gangguan Sistem Hematologi
Hematologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Beberapa contoh gangguan system hematologi :
1. Thalasemia
Intervensi yang dapat dilakukan terhadap penderita talasemia berdasarkan paparan jurnal “Aspek Genetik Talasemia” oleh Joycer Regar dari bagian biologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado adalah :
1) Transfusi darah
2) Medikamentosa
• Pemberian iron chelating agent : Mengeluarkan besi dari jaringan tubuh, membantu mengurangi hemosiderosis bila diberikan secara teratur
• Pemberian kelasi besi (dezferoxamine) : Atasi kelebihan zat besi
• Pemberian asam folat2-5 mg/hari : Memenuhi kebutuhan yang meningkat terutapa pasien yang jarang mendapatkan tranfusi darah
• Vitamin E 200-400 IU (International Unite) / hari
• Antioksidan : Memeperpanjang umur sel darah merah
• Vitamin C 100-250 mg/hari selama pemberian kelas besi : Meningkatkan efek kelas besi
3) Bedah
4) Pemantauan fungsi organ lainnya : jantung, paru-paru, hati, organ endokrin (termasuk glukosa darah), gigi, telinga, mata, tulang.
2. Hipertensi
Sebagaimana yang peneliti paparkan juga, bahwa intervensi yang dapat dilakukan kepada penderita hipertensi ini bisa melalui terapi. Latihan fisik yang dapat dilakukan oleh penderita hipertensi antara lain :
• Therapeutic Exercise Walking
• Birsk Walking Exercise
• Diet rendah kalori
Penurunan tekana perifer oleh respon baroreseptor di ginjal
3. Infark Miokardial
Hasil studi klinis menunjukan asosiasi yang kuat antara kurangnya peran yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku, dengan meningkatnya kematian yang berpenyakit jantung. Adapula beberapa terapi yang menurut penelitian bisa mengurangi jumlah kematian yg diakibatkan oleh penyakit ini juga mengurangi angka probabilitas terserang penyakit tersebut. Mengembangkan proporsi dari pasien yang menerima reperfusi dan mengurangi keterlambaan atau tertundanya pemberian reperfusi dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dibandingkan mengganti strategi ke pengobatan lain.
Berdasarkan penelitian, ditetapkanlah diagnosa keperawatan Intoleransi aktifitas behubungan dengan penurunan pengiriman oksigen ke jaringan di tandai dengan kelemahan fisik, lebih banyak memerlukan energi sebagai prioritas pertama, karena penurunan produksi sel darah merah (SDM) dapat menyebabkan penurunan kadar hemoglobin sehingga dapat mengakibatkan transportasi O 2 ke darah berkurang kemudian dapat terjadi hipoksia karena suplai O 2 tidak seimbang, dari hal tersebut dapat menyebabkan kelemahan fisik sehingga kebutuhan sehari-hari tidak akan terpenuhi, karena mengalami kelemahan tidak mampu meneruskan aktivitasnya dikarenakan energi besar diperlukan untuk menyelesaikan aktivitasnya .
4. Anemia
Anemia secara fungsional didefenisikan sebagai penurunan jumlah masa eritrosit (red cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup kejaringan perifer. Kadar hemoglobin dan eritrosit sangat berfariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, ketinggian tempat tinggal serta keadaan fisiologis tertentu seperti misalnya kehamilan (Bakta, 2007).
Penelitian Ji Hyun Moon et al tentang hubungan antara massa otot yang rendah dengan anemia, diteliti pada kelompok usia muda. Penelitian tersebut melibatkan seluruh partisipan laki-laki berusia 20-39 tahun. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa partisipan dengan usia 20-39 tahun yang menderita anemia memiliki kekuatan otot yang lebih lemah dibanding dengan partisipan yang tidak menderita anemia. Faktor yang diduga berhubungan dengan hasil penelitian adalah asupan energi dan zat besi, riwayat merokok, konsumsi alkohol, dan frekuensi latihan fisik. Namun pada penelitian tersebut tidak melibatkan partisipan yang menderita penyakit kronik seperti penyakit hati kronik atau penyakit ginjal kronik.
"


22. Sabila Nisak

pada : 24 September 2017

"Sistem endokrin merupakan suatu sistem dalam tubuh manusia yang terdiri dari sejumlah kelenjar penghasil zat yang dinamakan hormon. Salah satu kelenjar yang dihasilkan oleh sistem endokrin ialah Kelenjar Tiroid. Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang sangat penting, kelenjar ini memerankan peran utama dalam fungsi normal dari semua proses metabolisme. Salah satu penyakit pada kelenjar tiroid adalah kanker tiroid. Kanker Tiroid adalah suatu keganasan pada tiroid yang memiliki empat tipe yaitu: papiler, folikuler, anaplastik, dan meduler. Pengobatan yang dilakukan pada kanker tiroid dapat berupa pembedahan dan non-pembedahan. Macam-macam pembedahan tiroid antara lain Ismektomi, Lobektomi Subtotal, Lobektomi Total / Hemitiroidektomi, Tiroidektomi Subtotal, Tiroidektomi hampir Total, Tiroidektomi Total. Sedangkan pengobatan kanker tiroid non-pembedahan ialah Radioterapi eksternal (radioterapi konvensional) dan Radioterapi internal (Radioisotope Therapy (RIT)), Kemoterapi, Terapi Ablasi Iodium Radioaktif, Terapi Supresi L-Tiroksin."


23. Faizatul Ummah

pada : 24 September 2017

"NAMA : FAIZATUL UMMAH
NIM : 131611133097
KELAS : A2

Hematologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Darah adalah cairan yang ada pada manusia sebagai alat transportasi berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Gangguan yang terjadi pada sistem hematologi antara lain thalasemia, hipertensi, infark miokardial, dan anemia. Talasemia adalah penyakit darah berupa anemia hemolitik dan diturunkan sesuai dengan hukum Mendel serta bersifat resesif. Penderita akan mudah mengalami anemia (kurang darah/pucat) karena mereka mengalami hermolisis (pemecahan) pada sel darah merah (eritrosit). Intervensi yang dapat dilakukan terhadap penderita talasemia berdasarkan paparan jurnal “Aspek Genetik Talasemia” oleh Joycer Regar adalah transfusi darah, medikamentosa, bedah, dan pemantauan fungsi organ lainnya.
Hipertensi adalah gangguan pada sistem peredaran darah yang mengakibatkan tekanan darah naik di atas batas normal. Atau bisa disebut dengan kondisi tekanan darah pada pembuluh arteri lebih tinggi bila dibandingakan dengan tekanan normal. Berdasarkan jurnal penelitian, “Pengaruh Therapeutic Exercise Walking terhadap Tekanan Darah Klien Hipertensi di Desa Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember” oleh Dian Nurani Octavia menyebutkan intervensi pada penderita hipertensi dapat dilakukan melalui terapi. Latihan fisik yang dapat dilakukan oleh penderita hipertensi adalah therapeutic exercise walking, brisk walking exercise, diet rendah kalori, penurunan tekanan perifer oleh respon baroreseptor di ginjal.
Infark miokardial atau biasa disebut dengan serangan jantung, menyebabkan kematian otot jantung. Ada beberapa terapi yang menurut penelitian bisa mengurangi jumlah kematian yg diakibatkan oleh penyakit infark miokardial dam juga mengurangi angka probabilitas terserang penyakit tersebut. Mengembangkan proporsi dari pasien yang menerima reperfusi dan mengurangi keterlambaan atau tertundanya pemberian reperfusi dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dibandingkan mengganti strategi ke pengobatan lain.
Anemia secara fungsional didefenisikan sebagai penurunan jumlah masa eritrosit (red cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup kejaringan perifer. Penelitian Ji Hyun Moon et al tentang hubungan antara massa otot yang rendah dengan anemia, diteliti pada kelompok usia muda. Penelitian tersebut melibatkan seluruh partisipan laki-laki berusia 20-39 tahun. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa partisipan dengan usia 20-39 tahun yang menderita anemia memiliki kekuatan otot yang lebih lemah dibanding dengan partisipan yang tidak menderita anemia. Faktor yang diduga berhubungan dengan hasil penelitian adalah asupan energi dan zat besi, riwayat merokok, konsumsi alkohol, dan frekuensi latihan fisik.

"


24. Siti Nur Cahyaningsih

pada : 24 September 2017

"Sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang, sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang dalam tubuh.Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker. Ini adalah beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh gangguan sistem imunologi yang dibahas oleh kelompok kami: Rheumatoid Arthritis, Systemic Lupus Erithematosus, HIV/AIDS, Syok Anafilaktik, dan Multiple Sklerosis."


25. Lukmania Andriani Putri

pada : 24 September 2017

"Sistem pernafasan
Fungsi sistem pernapasan adalah pertukaran gas oksigen dari udara yang di hirup berdifusi dari alveolus paru ke darah dalam kapiler paru. Karbondioksida yang di hasilkan selama metabolism sel berdifusi dari darah ke kedalam alveolus dan kemudian di keluarkan. Organ sistem penapasan memfasilitasi pertukaran gas ini dan melindungi tubuh dari benda asing seperti partikel dan patogen (Kozier, dkk, 2010). Pernapasan adalah sebuah proses pertukaran gas antara individu dengan lingkungan. Proses pernapasan melibatkan dua komponen :
1. Ventilasi paru atau pernapasan, perpindahan udara antara lingkungan dan alveolus paru
2. Difusi oksigen dan karbondioksida antara alveolus dan kapiler paru (Kozier, dkk, 2010)
Posisi semi fowler adalah (setengah duduk) adalah posisi tidur pasien dengan kepala dan dada di naikkan dengan sudut 30-45 (Suparmi, 2008)
Prosedur
1. Posisi klien terlentang dengan kepalanya dekat dengan bagian kepala tempat tidur
2. Elevasi bagian kepala tempat tidur 45-60°
3. Letakkan kepala klien di atas kasur atau di atas bantal yang sangat kecil
4. Gunakan bantal untuk menyongkong lengan dan tangan klien jika klien tidak dapat mengontrol secara sadar atau menggunakan lengan dan tangannya.
5. Posisikan bantal pada punggung klien
6. Letakkan bantal kecil atau gulungan kain di bawah paha klien
7. Letakkan bantal kecil atau gulungan handuk di bawah mata kaki
8. Letakkan papan penyangga kaki di dasar klien.
"


26. Fadilah Ramadhan Mushab Rahman

pada : 24 September 2017

"Hematologi merupakan Ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Sedangkan darah adalah cairan yang ada pada manusia sebagai alat transportasi berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Terdapat beberapa gangguan mengenai sistem hematologi, antara lain: Thalasemia, hipertensi, infark miokardial, anemia, dan hemofilia.
- Thalasemia merupakan ketidakmampuan memproduksi sel darah merah dan
hemoglobin, merujuk kepada sekelompok penyakit kelainan darah genetik
atau penyakit bawaan yang ditandai oleh kerusakan produksi sel darah
atau struktur hemoglobin, protein ditemukan di dalam sel-sel darah
merah. Intervensi yang dapat dilakukan pada penderita thalasemia yaitu
dengan melakukan transfusi darah, medikamentosa, serta pembedahan
- Hipertensi adalah penyakit kelainan jantung dan pembuluh darah yang
ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Intervensi yang dapat
dilakukan pada penderita penyakit tersebut adalah dengan latihan fisik
seperti Therapeutic Exercise Walking dan Brisk Walking Exercise, serta
dengan diet rendah kalor dan penurunan tekanan perifer oleh respon
baroreseptor di ginjal
- Infark miokardial adalah kondisi terhentinya aliran darah dari arteri
koroner pada area yang terkena yang menyebabkan kekurangan oksigen
(iskemia) lalu sel-sel jantung menjadi mati(nekrosis miokard).
Intervensi yang bisa diberikan pada penderita tersebut salah satunya
adalah dengan dilakukannya pemantauan nyeri dan bantu melakukan teknik
relaksasi
- Anemia merupakan penyakit kekurangan sel darah merah atau hemoglobin
yang disebabkan oleh kurangnya kadar hb di dalam tubuh atau bisa juga
dikarenakan rusaknya sel darah merah di dalam tubuh. Sel darah merah
yang berfungsi sebagai pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh
menjadi terganggu karena kurangnya jumlah sel darah merah tersebut.
- Hemofilia merupakan suatu penyakit yang menyebabkan gangguan
perdarahan karena kekurangan faktor pembekuan darah. Akibatnya,
perdarahan berlangsung lebih lama saat tubuh mengalami luka.
"


27. Mutiara Citra Dewi

pada : 24 September 2017

"Nama : Mutiara Citra Dewi
NIM : 131611133078
Kelas : A2 2016
Kelompok : SGD 5
Materi : Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Hematologi
Ringkasan :
Sistem Hematologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah. Darah adalah cairan yang ada pada manusia sebagai alat transportasi berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.Thalasemia adalah penyakit kelainan darah yang diakibatkan oleh faktor genetika dan menyebabkan protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin) tidak berfungsi secara normal. Zat besi yang diperoleh tubuh dari makanan digunakan oleh sumsum tulang untuk menghasilkan hemoglobin. Yang dapat dilakukan adalah melakukan tranfusi darah untuk mempertahankan jumlah Hb, memberikan medikamentosa, dalam beberapa kasus juga dapat dilakukan pembedahan.Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Untuk dapat mengatasinya dapat dilakukan latihan fisik yaitu Therapeutic Exercise Walking, Birsk Walking Exercise, diet rendah kalori, penurunan tekanan perifer oleh respon baroreseptor di ginjal.Infark Miokardial atau biasa disebut dengan serangan jantung adalah kondisi terhentinya aliran darah dari arteri koroner pada area yang terkena yang menyebabkan kekurangan oksigen (iskemia) lalu sel-sel jantung menjadi mati(nekrosis miokard). Terapi yang cocok diterapkan adalah terapi reperfusi.Anemia didefenisikan sebagai penurunan jumlah masa eritrosit (red cell mass) sehingga tidak dapat memenuhi fungsinya untuk membawa oksigen dalam jumlah yang cukup kejaringan perifer.Hemofilia adalah suatu penyakit yang menyebabkan gangguan perdarahan karena kekurangan faktor pembekuan darah. Akibatnya, perdarahan berlangsung lebih lama saat tubuh mengalami luka.
"


28. Gita Aula Tribuana

pada : 24 September 2017

"NAMA: GITA AULA TRIBUANA
NIM: 131611133083
KELAS: A2
GANGGUAN SISTEM METABOLIK
Teknik Insulin pada Penderita Diabetes Melitus
Diabetes Melitus (DM) atau sering dikenal sebagai kencing manis, ditandai dengan kelompok gejala hiperglikemia; perubahan metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein. Komplikasi DM dapat dicegah dengan mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal, menjaga agar kadar lipid dan tekanan darah tetap normal juga mencegah meningkatnya resiko tersebut. Diabetes Melitus dibagi menjadi 2 tipe:
Tipe 1 (bergantung insulin)
Tipe 2 (tidak bergantung insulin)
Salah satu cara mempertahankan kadar gula darah normal dengan memberikan terapi insulin yang intensif. Terapi insulin ini dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas pasien DM.
Insulin berperan dalam penggunaan glukosa oleh sel tubuh untuk pembentukan energi, apabila tidak ada insulin maka sel tidak dapat menggunakan glukosa sehingga proses metabolisme menjadi terganggu. ada salah satu insulin dengan nama generik insulin glargine ini memiliki kelebihan karena memberikan kenyamanan untuk pasien dengan satu kali suntikan per hari dan pasien dapat dengan mudah dan aman mentitrasi.
Pengaruh Senam Diabetik pada Penderita Diabetes Mellitus
Senam kaki diabetes dapat membantu sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki, mengatasi keterbatasan jumlah insulin pada penderita DM mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat hal ini menyebabkan rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur.
Metabolomik Diet Asam Lemak pada Pasien Fenilketonuria
Fenilketonuria (PKU) adalah kelainan bawaan autosomal resesif fenilalanin (Phe) yang disebabkan oleh defisiensi fenilalanin hidroksilase (PAH). Sebagian besar bentuk PKU dan hyperphenylalaninaemia (HPA) disebabkan oleh mutasi pada gen PAH pada kromosom 12q23.
Pengobatan diet dini yang terdiri dari diet rendah protein dengan pembatasan Phe dapat mencegah perkembangan sekuele metabolisme dan patologis, termasuk gangguan intelektual.
Terapi fenilketonuria:
Terapi BH4
Terapi pengganti enzim
Pengaruh Pemberian Kompres Hangat Memakai Parutan Jahe Merah (Zingiber Officinale Roscoe Var Rubrum) Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Penderita Gout Artritis Di Desa Tateli Dua Kecamatan Mandolang Kabupeten Minahasa.
Gout atau asam urat merupakan penyakit metabolic yang disebabkan oleh kelebihan kadar senyawa urat di dalam tubuh, baik karena produksi berlebih, eliminasi yang kurang, atau peningkatanasupan purin.
Tindakan non farmakologis untuk penderita gout arthritis diantaranya adalah kompres, baik itu kompres hangat dan kompres dingin. Kompres merupakan tindakan mandiri perawat dalam upaya menurunkan suhu tubuh. Bagian tanaman jahe merah yang diguanakan untuk pengobatan asam urat adalah rimpanya
Treatment approaches and adherence to urate-lowering therapy for patients with gout (Pendekatan pengobatan dan kepatuhan terhadap terapi penurun urat untuk penderita asam urat)
Sebuah penelitian telah menunjukkan hubungan antara kebiasaan makan dan hiperurisemia. Akibatnya, modifikasi gaya hidup, termasuk pengendalian berat badan, olahraga teratur dan sedikit konsumsi daging merah, alkohol dan sirup jagung fruktosa tinggi, juga harus ditekankan.
Terapi Blue Light
Fototerapi merupakan terapi yang dilakukan dengan menggunakan cahaya dari lampu fluorescent khusus dengan intensitas tinggi secara umum metode ini efektif untuk mengurangi serum bilirubin dan mencegah icterus.
Dalam tubuh terdapat zat bilirubin yang merupakan hasil pemecahan hemoglobin darah. Bilirubin ada 2 macam yaitu bilirubin langsung dan bilirubin tak langsung. Bila kadar bilirubin tak langsung tinggi maka akan disimpan dalam lemak bawah kulit sehingga akan menyebabkan warna kuning pada kulit. Normalnya bayi memang akan menguning pada usia 2-4 hari setelah lahir.
bila kadar bilirubin tak langsung terlalu tinggi, maka akan menyebabkan penumpukan pada bagian otak (bilirubin tak langsung dapat menembus sawar otak) dan menimbulkan gejala gangguan saraf hingga kematian."


29. Mochammad Nur Cahyono

pada : 24 September 2017

"Nama : Mochammad Nur Cahyono
Kelas : A2
NIM : 131611133094

• Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit inflamasi autoimun-sistemik, progresif dan kronis yang mempengaruhi banyak jaringan dan organ, namun pada prinsipnya merusak sendi-sendi sinovial. Proses inflamasi ini seringkali berujung pada kerusakan tulang rawan sendi dan ankilosing sendi.
• Wanita beresiko 3-4 kali dari pada pria
• Penyebab RA sampai sekarang belum diketahui
Terapi RA
 Pemilihan terapi lini pertama RA dengan menggunakan NSAIDs (Nonsteroidal Anti Inflammatory Drugs) atau COX-2 inhibitor
 Methotrexatea dapat digunakan sebagai terapi pada pasien RA dengan manifestasi klinis yang jelas (erosi) dikombinasikan dengan ydroxychloroquine atau sulfalazine .
Pembedahan
 Pembedahan merupakan kegagalan terapi medikamentosa
 TKA (Total Knee Artoplasty) menjadi tindakan pembedahan yang cukup efektif
TKA diindikasikan kepada pasien lansia/ pasien dengan kegagalan terapi medikantosa
Systemic Lupus Erithematosus
 Systemic Lupus Erithematosus (SLE) merupakan kondisi dengan peradangan kronis dari jaringan tubuh.
 SLE merupakan penyakit autoimun yang artinya penyakit ini timbul akibat imunitas individu.
 Pada 2007, Yayasan Lupus Indonesia mencatat 8.672 penderita dan 90% diantaranya adalah perempuan.
HIV/AIDS
Penderita HIV/AIDS beresiko tinggi terhadap penyakit tertentu, seperti: pneumoni, TBC, dan enteritis. Umumnya virus akan bersarang bertahun-tahun dalam darah sebelum timbul gejala. HIV secara serologi baru dapat dideteksi setelah 2-16 minggu terinfeksi
Syok Anafilaktik
adalah kegagalan sirkulasi darah yang terjadi akibat reaksi alergi berat dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani. Gejala utamanya berupa tekanan darah rendah, pusing, dan bahkan pingsan yang didahului oleh reaksi alergi berupa gatal gatal kemerahan pada kulit, pembengkakan dan sebagainya.
Multiple Sclerosis
 Multiple Sclerosis (MS) adalah penyakit autoimun kronik yang menyerang mielin otak dan medula spinalis.
 Menyebabkan kerusakan mielin dan juga akson yang mengakibatkan gangguan transmisi konduksi saraf.
 Belum diketahui penyebabnya
 Perempuan memiliki resiko lebih besar, dengan ratio 2:1
 Umumnya diderita oleh mereka yang berusia 20-50 th
 MS bersifat progresif dan mengakibatkan kecacatan
Faktor genetik dan non-genetik seperti infeksi virus, metabolisme dan faktor lingkungan diduga berperan dalam mencetuskan respons imun yang merusak susunan saraf pusat ini.


"


30. SOURA KRISTIANI TARIGAN

pada : 24 September 2017

"NAMA : SOURA KRISTIANI TARIGAN
NIM : 131611133059
RESUME KARDIOVASKULAR

Sistem Kardiovaskular adalah sistem yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh yang diperlukan dalam prses metabolisme.
Komponen Sistem Kardiovaskular

JANTUNG, sebagai organ pemompa
KOMPONEN DARAH, sebagai pembawa materi oksigen dan nutrisi
PEMBULUH DARAH, sebagai media yang mengalirkan komponen darah

Salah satu penyakit kardiovaskular adalah Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah penyakit dengan kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung yang dibawa dari lahir
Intervensi yang dilakukan
1. Mempertahankan suhu lingkungan yang hangat, misalnya dengan membedong atau menempatkan neonatus dalam inkubator, untuk mengurangi kebutuhan oksigen.
2.Patensi jalan napas dijaga dengan mengatur posisi kepala dan bila perlu intubasi endotrakeal dini dan ventilasi mekanik.
3.Perbaikan oksigenasi hati-hati untuk menghindari penutupan duktus arteriosus, dengan mempertahankan saturasi oksigen antara 75-85%.„
4.Penilaian status perfusi meliputi kesadaran, pulsasi nadi sentral dan perifer, capillary refill time, dan produksi urin. Status perfusi yang buruk menandakan syok atau kolaps sirkulasi.„
5.Memberikan cairan parenteral dan mengatasi gangguan asam basa segera setelah mendapatkan akses vena yang baik. Asidosis metabolik berat harus dikoreksi dengan 4,2% natrium bikarbonat (2 mEq/kg/dosis) diberikan intravena sangat lambat, setara dengan 2-4 mL/kg/dosis.„
6. Kadar hemoglobin dipertahankan, dengan target di atas 15 g/dL pada neonatus„
7. Tatalaksana gagal jantung dengan pemberian inotropik dan diuretik jika terdapat tanda gagal jantung
8. Koreksi kelainan irama dengan atropin 0,02-0,03 mg/kg pada bradiaritmia dan lidokain bolus 0,5-1 mg/kg dosis awal, selanjutnya 0,02-.0.3 mg/kg/min pada takiaritmia.„
9. Usahakan ekokardiografi segera untuk menegakkan diagnosis.„
10. Infus prostaglandin E segera untuk membuka dan mempertahankan patensi duktus arteriosus.„
11. Pasien dapat dirujuk setelah tindakan tatalaksana awal, tim transport siap mendampingi dan RS rujukan siap menerima. Kondisi pasien pada saat akan dirujuk harus dikomunikasikan kepada dokter di RS rujukan.
12. Komunikasi, informasi, dan edukasi tentang kondisi pasien dan tatalaksana selanjutnya kepada orang tua sangat penting.

sumber : Amal, Ontoseno. 2017. “Tatalaksana dan Rujukan Awal Penyakit Jantung Bawan Kritis”. CDK-256/ vol 44 no 9. http://kalbemed.com/Portals/6/22_256Praktis-Tatalaksana%20dan%20Rujukan%20Awal%20Penyakit%20Jantung%20Bawaan%20Kritis.pdf. 14 sept 2017"


31. Fatatin Nazhifah

pada : 24 September 2017

"NAMA : FATATIN NAZHIFAH
NIM : 131611133089
KELAS : A2
SGD : 5
TOPIK : Gangguan Sistem Hematologi
RESUM :

Hematologi : ilmu yang mempelajari tentang darah serta jaringan yang membentuk darah

Contoh gangguan system hematologi dan intervensi yang diberikan:

a. talasemia :
penyakit keturunan (gen)
berupa kekurangan sel darah merah
karena hemoglobin tidak terbentuk sempurna

tindakan 1: tranfusi darah

minimal 2x sebulan
dari darah nukleonekutesting / nuklunamination dan NAT (nukleonitesting) :
lekoreduction (sel darah putih dikurangi) tidak ganggu penderita talasemia sering
aman terbebas dari penyakit tranfusi darah (bebas hepatitis A, hepatitis B, sifilis, HIV)
terjangkau

Efek positif : mengaktifkan fungsi darah sebagai alat transportasi
a.) mengirim zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh
b.) mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolism
c.) pertahanan tubuh terhadap virus dan bakteri

Efek negative : kelebihan zat besi yang menyerang
a.) jantung : gagal jantung
b.) hati : gagal hati
c.) kelenjar endokrin (hormone) :
tubuh pendek,
tidak menstruasi,
seks sekunder tidak ada,
tidak bisa memiliki keturunan

tindakan 2 : medikamentosa :
a.) iron chelating agent :
b.) kelasi besi / dezreroxamine : mengurangi penumpukan zat besi
c.) asam folat 2-5 mg/hari
d.) vitamin E 200-400 IU
e.) antioksidan
f.) vitmin C 100-250 mg/hari

Tindakan 3 : bedah
a.) splenektomi
b.) meninngkatkan tekanan intraabdominal
c.) transplantasi umsum tulang
4.) pemantauan fungsi organ lainnya

Tahun 2003 :
Jaminan Pengobatan Pelayanan Talasemia (Jampeltas)
Dari pemerintah Indonesia
Bebas bea
Posisi dari kelas 3
Tariff rawat inap
Tumbuh kembang anak bagus
Sekarang BPJS :
Premi 25.500
Semua dicover
Rawat jalan bea rawat jalan tidak mencukupi
Obat dikurangi
Harapan: kembali ke bea rawat inap

b. hipertensi
1.) therapeutic exercise walking / terapi jalan biasa
2.) bisk walking exercise / terapi jalan cepat
Cara :
Siku 90 derajat
Tangan tidak terayun menyilang melewati pusat tubuh ataupun pinggul
Terayun di sisi tubuh bergantian kanan kiri
Bahu rileks
Punggung tegak
Melihat lurus ke depan
Tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat
Dorongan langkah menelapak dari tumit menuju jari-jari depan
3.) diet rendah kalori
4.) penurunan tekanan perifer oleh respon baroreseptor di ginjal

c. Infark Miocardial
1.) mengembangkan proporsi dari pasien penerima reperfusi
2.) pmengurangi keterlambatan emberian reperfusi
3.) inovasi bioteknologi : strategi modulasi gen untuk mempengaruhi peradangan, dll

pertolongan serangan jantung
1.) istirahhtkan korban
2.) posisi setengah / W posisi
3.) dukung dengan lanti
4.) menekuk lutut menjajakkan telapak kaki
5.) dukungan kepala da punggung dengan bersandar pada penolong
6.) monitor pernapasan
7.) longgarkan pakaian
8.) tenang dan menentramkan hati
9.) panggil ambulan (999) segera
Bila tidak sadar
Bantu dengan dukungan kehidupan dasar (basic life support)
Minum aspirin bila tidak alergi

d. anemia
penurunan jumlah eritrosit
tidak memenuhi fungsi membawa oksigen ke jaringan perifer
semakin kuat anemia semakin lemah kekuatan otot genggaman tangan

e. hemophilia
kelainan darah yang tidak bisa membeku sendiri ketika terluka
pertolongan pertama :
a. Rest : istirahat
b. Ice : kompres es
c. Compression : menekan bagian yang sakit
d. Elevation : meninggikan bagian yang sakit
segera injeksi obat pembekuan pada 2 jam pertama


Sumber :
Regar, Joycer. 2009. Aspek Genetik Talasemia. Jurnal Biomedik, volume I, nomor 3, November 2009, hlm. 151-158.
Sukarmin, Elly Nurrachman, dan Dewi Gayatri. 2013. Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Melalui Birsk Walking Exercise. Jurnal Keperawatan Indonesia. Volume 16, No. 1, Maret 2013, hlm. 33-39 pISSN 1410-4490, eISSN 2354-9203.
Chew, Derek P. White, Harvey D. 2008. “Acute Myocardial Infraction” The Lancet; Aug 16-Aug 22, 2008; 372, 9638; Family Health Database pg. 570.
Ariastawan, I Kadek. 2014. Pengelolaan Intoleransi Aktivitas pada Tn. Y dengan Anemia di Ruang Anyelir di RSUD Ambarawa. Manuskrip, laporan khusus, 2014.
Sitti, Hajar, Syukuri, Maimun. 2017. Hubungan Anemia dengan Kekuatan Otot Genggaman Tangan pada Pasien Hemodialisis Kronik di RSUDZA Banda Aceh. Original article, vol 2 no 22-27, Februari 2017."


32. Annisa Fitriani Purnamasari

pada : 24 September 2017

"Nama: Annisa Fitriani Purnamasari
NIM: 131611133052
Kelas: A2

Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang sangat penting, kelenjar ini memerankan peran utama dalam fungsi normal dari semua proses metabolisme. Stress adalah faktor yang muncul dari auto-imune patologi tiroid, sebuah element juga mendampingi diagnosis pasien dengan kanker tiroid. Kanker Tiroid adalah suatu keganasan pada tiroid yang memiliki empat tipe yaitu: papiler, folikuler, anaplastik, dan meduler. Penyebab utama yang meningkatkan angka dari kasus-kasus baru kanker tiroid dalam akhir dekade ini adalah : radiasi, faktor lingkungan, faktor genetik, akses yang lebih baik dari sejumlah pelayanan kesehatan dengan akses yang mudah, dan perkembangan dari gambaran medis dengan setiap dteksi dari beberapa perubahan kelenjar tiroid. Meskipun kenjadiannya meningkat, kematian yang disebabkan oleh kanker ini masih rendah.

Karsinoma tiroid termasuk kelompok penyakit keganasan dengan prognosis relatif baik namun perjalanan klinisnya sukar diramalkan. Klien dengan Ca Tiroid mengalami stres dan kecemasan yang tinggi. Tiga penyebab yang sudah jelas dapat menimbulkan karsinoma tiroid antara lain : 1) Kenaikan sekresi hormon TSH ( Thyroid Stimulating Hormon) dari kelenjar hipofise anterior disebabkan berkurangnya sekresi hormon T3 dan T4 dari kelenjar tiroid oleh karena kurangnya intake iodium. Ini menyebabkan tiroid yang abnormal dapat berubah menjadi kanker. 2) Penyinaran (radiasi ion) pada daerah kepala, leher, dada bagian atas terutama anak-anak yang pernah mendapat terapi radiasi di leher dan mediastinum. 3) Faktor genetik yaitu adanya riwayat keturunan dari keluaraga.

Karsinoma tiroid biasanya menangkap iodium radio aktif dibandingkan dengan kelenjar tiroid normal yang terdapat di sekelilingnya. Oleh karena itu, bila dilakukan scintiscan, nodula akan tampak sebagai suatu daerah dengan pengambilan yang kurang, suatu lesi dingin. Karsinoma tiroid biasanya padat, sedangkan massa kistik biasanya merupakan kista jinak. Karsinoma tiroid harus dicurigai berdasarkan tanda klinis jika hanya ada satu nodula yang teraba, keras, tidak dapat digerakkan pada dasarnya, dan berhubungan dengan limfadenopati satelit. Tanda dan Gejala, 1)Sebuah benjolan, atau bintil di leher depan (mungkin cepat tumbuh atau keras) di dekat jakun. Nodul tunggal adalah tanda-tanda yang paling umum kanker tiroid. 2) Sakit di tenggorokan atau leher yang dapat memperpanjang ke telinga. 3) Serak atau kesulitan berbicara dengan suara normal. 4) Pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher. Mereka dapat ditemukan selama pemeriksaan fisik. 5) Kesulitan dalam menelan atau bernapas atau sakit di tenggorokan atau leher saat menelan. Ini terjadi ketika mendorong tumor kerongkongan Anda. 6) Batuk terus-menerus, tanpa dingin atau penyakit lain.

Intervensi
1) Observasi tingkah laku yang menunjukkan tingkat ansietas. Rasional:
mengukur tingkat ansietas
2) Pantau respon fisik, palpitasi, gerakan yang berulang-ulang,
hiperventilasi, insomnia. Rasional: Efek-efek kelebihan hormon tiroid
menimbulkan manifestasi klinik dari peristiwa kelebihan katekolamin
ketika kadar epinefrin dalam keadaan normal.
3) Berikan obat anti ansietas, contohnya : transquilizer, sedatif dan
pantau efeknya. Rasional: membantu mengurangi ansietas klien dalam
menghadapi operasi
4) Antisipasi kebutuhan sebaik mungkin, kunjungi pasien secara teratur.
Rasional :Menurunkan ansietas dan kebutuhan pasien untuk berkomunikasi
5) Pertahankan lingkungan yang tenang. Rasional: Meningkatkan kemampuan
mendengarkan komunikasi perlahan dan menurunkan kerasnya suara yang
harus diucapkan pasien untuk dapat didengarkan
6) Anjurkan untuk tidak berbicara terus menerus. Rasional :Suara serak dan
sakit tenggorok akibat edema jaringan atau kerusakan karena pembedahan
pada syaraf laringeal dan berakhir dalam beberapa hari.
7) Kolaborasikan dengan dokter obat obat yang diperlukan untuk meringankan
rasa nyeri.

"


33. Neisya Pratiwindya Sudarsiwi

pada : 24 September 2017

"Nama : Neisya Pratiwindya Sudarsiwi
NIM : 131611133092
Kelas : A2 2016

RESUME
SISTEM KARDIOVASKULAR
-Sistem yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh yang diperlukan dalam proses metabolisme.

-Komponen sistem kardiovaskular: jantung sebagai organ pemompa; komponen darah sebagai pembawa materi oksigen dan nutrisi; pembuluh darah sebagai media yang mengalirkan komponen darah

-Fungsi sistem kardiovaskular: transportasi oksigen, nutrisi, hormon, dan sisa metabolisme, transportasi dan distribusi panas tubuh, pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit

-Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah

-Macam penyakit kardiovaskular: hipertensi, gagal jantung, stroke, penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan (akibat cacat dari lahir, penyakit jantung rematik (komplikasi infeksi tenggorokan), penyakit urat nadi perifer, angina (nyeri pada dada akibat kekurangan aliran darah ke jantung), serebrovaskular (masalah dengan pembuluh darah di otak)

-Penyakit Hipertensi; intervensinya yaitu dengan terapi napas dalam. Kerja terapi ini memberikan peregangan kardiopulmonari (Izzo, 2008). Stimulasi peregangan di arkus aorta dan sinus karotis diterima dan diteruskan oleh saraf vagus ke medula oblongata (pusat regulasi kardiovaskuler), dan selanjutnya terjadinya peningkatan refleks baroreseptor. Impuls aferen baroreseptor mencapai pusat jantung merangsang saraf parasimpatis (menghambat pusat simpatis)-> vasodilatasi sistemik, penurunan denyut dan kontraksi jantung. Rangsangan saraf parasimpatis ke miokardium -> penurunan kontraktilitas, volume secungkup menghasilkan efek intropik negatif-> penururnan volume secungkup dan curah jantung. Otot rangka beberapa serabut vasomotor mengeluarkan asetilkolin –> dilatasi pembuluh darah-> tekanan darah menurun

-Selain itu, untuk mengatasi hipertensi perlu diperhatikan pola diet dan kebiasaan olahraga klien. Pola makan akan mempengaruhi kesehatan terutama pembuluh darah dan jantung, yang berhubungan dengan hipertensi menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi buah dan sayur dengan kejadian hipertensi. Terdapat hubungan peningkatan konsumsi sayur dan buah, dengan penurunan konsumsi lemak pangan, disertai dengan penurunan konsumsi lemak total dan lemak jenuh, dapat menurunkan tekanan darah.

-Penyakit jantung koroner adalah penyakit jantung yang disebabkan karena adanya penyempitan pembuluh darah arteri koroner akibat proses Aterosklerosis, spasme arteri atau kombinasi keduanya. Salah satu penanganan non-bedah untuk mengatasi masalah penyakit jantung koroner adalah tindakan PCI (Percutaneus Coronary Intervention) yaitu suatu tindakan untuk membuka kembali arteri koroner yang menyempit dengan mengembangkan balon atau stent melalui kateter yang dimasukkan ke dalam lumen arteri melalui insisi kecil pada kulit dan dengan menggunakan sinar X-Ray.

-Penyakit jantung bawaan (PJB) adalah penyakit dengan kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung yang dibawa dari lahir. Intervensi yang dapat dilakukan yaitu patensi jalan napas dijaga dengan mengatur posisi kepala dan bila perlu intubasi endotrakeal dini dan ventilasi mekanik; perbaikan oksigenasi hati-hati untuk menghindari penutupan duktus arteriosus, dengan mempertahankan saturasi oksigen antara 75-85%; penilaian status perfusi meliputi kesadaran, pulsasi nadi sentral dan perifer, capillary refill time, dan produksi urin. Status perfusi yang buruk menandakan syok atau kolaps sirkulasi; memberikan cairan parenteral dan mengatasi gangguan asam basa segera setelah mendapatkan akses vena yang baik. Asidosis metabolik berat harus dikoreksi dengan 4,2% natrium bikarbonat (2 mEq/kg/dosis) diberikan intravena sangat lambat, setara dengan 2-4 mL/kg/dosis.

-Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Senam stroke dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung pada lansia. Senam stroke ini dapat digunakan sebagai alternatif nonfarmakologi dalam menurunkan tekanan darah dan denyut jantung lansia.Senam stroke merupakan latihan fisik dan mental, memadukan gerakan bagian-bagian tubuh dengan teknik dan irama pernapasan melalui pemusatan pemikiran yang dilaksanakan secara teratur, serasi, benar dan berkesinambungan. dikombinasikan dengan gerak peregangan dan persendian jadilah sebagai olahraga kesehatan (nugroho, : 1999)."


34. BLANDINA EASTER GRACE WAIRATA

pada : 24 September 2017

"Intervensi Keperawatan pada gangguan sistem pernafasan.
5 intervensi yang bisa dilakukan pada klien gangguaj sistem pernafasan antara lain batuk efektif, posisi semi fowler, teknik relaksasi pernafasan dalam, oksigenasi dan penggunaan nebulizer.
1. Batuk Efektif, yaitu suatu metode batuk dengan benar, dimana klien dapat menghemat energi sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal.
Tahap kerja:
1. Menjaga privacy pasien
2. Mempersiapkan pasien
3. Meminta pasien meletakkan satu tangan di dada dan satu tangan di abdomen
4. Melatih pasien melakukan nafas perut (menarik nafas dalam melalui hidung hingga 3 hitungan, jaga mulut tetap tertutup)
5. Meminta pasien merasakan mengembangnya abdomen (cegah lengkung pada punggung)
6. Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan
7. Meminta menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan (lewat mulut, bibir seperti meniup)
8. Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot
9. Memasang perlak/alas dan bengkok (di pangkuan pasien bila duduk atau di dekat mulut bila tidur miring)
10. Meminta pasien untuk melakukan nafas dalam 2 kali yang ke-3: inspirasi, tahan nafas dan batukkan dengan kuat, menampung lender dalam sputum pot serta merapikan pasien.
2. Posisi Semi Fowler, yaitu posisi setengah duduk dimana dalam posisi ini tempat tidur di tinggikan 45-60° dan lutut klien di angkat agar tiidak ada hambatan sirkulasi pada ekstermitas (perry dan grifin, 2005:78) Posisi ini untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernapasan pasien. posisi semi fowler membuat oksigen di dalam paru paru semakin meningkat sehingga memperingan kesukaran nafas, posisi ini akan mengurangi kerusakan membrane alveolus akibat tertimbun nya cairan
1. Posisi klien terlentang dengan kepalanya dekat dengan bagian kepala tempat tidur
2. Elevasi bagian kepala tempat tidur 45-60°
3. Letakkan kepala klien di atas kasur atau di atas bantal yang sangat kecil
4. Gunakan bantal untuk menyongkong lengan dan tangan klien jika klien tidak dapat mengontrol secara sadar atau menggunakan lengan dan tangannya.
5. Posisikan bantal pada punggung klien
6. Letakkan bantal kecil atau gulungan kain di bawah paha klien
7. Letakkan bantal kecil atau gulungan handuk di bawah mata kaki
8. Letakkan papan penyangga kaki di dasar klien.

3. Relaksasi Napas Dalam, yaitu suatu bentuk asuhan keperawatan, yang dalam hal ini perawat mengajarkan kepada klien bagaimana cara melakukan nafas dalam, nafas lambat (menahan inspirasi secara maksimal) dan bagaimana menghembuskan nafas secara perlahan.
• Usahakan rileks dan tenang
• Menarik nafas yang dalam melalui hidung dengan hitungan 1,2,3, Kemudian tahan sekitar 5-10 detik
• Hembuskan nafas melalui mulut secara perlahan-lahan.
• Menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskannya lagi melalui mulut secara perlahan-lahan.
• Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang.
• Ulangi sampai 15 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 5 kali

4. Oksigenasi, yaitu Pemberian oksigen kepada pasien yang membutuhkan oksigen extra dengan cara memasukkan selang yang terbuat dari plastik ke dalam lobang hidung dan mengaitkannya dibelakang telinga.

5. Terapi Nebulizer adalah terapi pemberian obat dengan cara menghirup larutan yang telah diubah menjadi gas yan berbentuk seperti kabut dengan bantuan alat yang disebut nebulizer. Umumnya prosedur ini dilakukan selama 5 – 10menit.
Beberapa obat yang dapat digunakan pada nebulizer yaitu
1. Short Acting Beta2-agonis Adrenoseptor atau disingkat SABA inhalasi,
2. Anti kolenergik inhalasi, dan
3. kortikosteroid inhalasi.
Langkah-langkah
1. Menjelaskan tujuan terapi nebulizer
2. Meminta persetujuan pasien/keluarga
3. Menjaga privasi klien
4. Menyiapkan alat-alat
5. Minta pasien verpartisipasi dalam tindakan (mengatur posisi)
6. Berikan penghargaan pasien atas kerjasamaya
7. Alat-alat dibereskan dan pasien dirapihkan
8. Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
"


35. Dewi Indah Kumalasari

pada : 24 September 2017

"Nama : Dewi Indah Kumalsari
NIM : 131611133087
Kelas : A2
Resume :
Tiroid merupakan kelenjar endokrin yang sangat penting, kelenjar ini memerankan peran utama dalam fungsi normal dari semua proses metabolisme. Patologi tiroid sangat komplek, berisikan element yang tidak berbahaya (yang bisa hidup bersama dengan patologi lainnya), tetapi terdapat sebuah element yang berbahaya dan meneyebabkan dampak yang merugikan pada pasien. Stress adalah faktor yang muncul dari auto-imune patologi tiroid, sebuah element juga mendampingi diagnosis pasien dengan kanker tiroid.
Penyebab utama yang meningkatkan angka dari kasus-kasus baru kaknker tiroid dalam akhir dekade ini adalah :
1. Radiasi
2. faktor lingkungan
3. faktor genetik
4. akses yang lebih baik dari sejumlah pelayanan kesehatan dengan akses yang mudah
5. perkembangan dari gambaran medis dengan setiap deteksi dari beberapa perubahan kelenjar tiroid.
Sejauh ini, program screening global untuk mendeteksi kanker tiroid masih belum berkembang. Meskipun kenjadiannya meningkat, kematian yang disebabkan oleh kanker ini masih rendah.
Manajemen pengobatan kanker tiroid meliputi 3 langkah yang penting untuk diketahui :
1. pembedahan
2. ablasi radioiodine sesuai dengan pedoman yang ada
3. pengobatan pada hormone dengan supresi TSH.
Tahapan pengobatan dari pasien untuk manajemen dari kanker tiroid termasuk beberapa dokter dan beberapa langkah penting untuk mencapai kesembuhan. Pemberian hormon TSH dan pemberian iodine berguna untuk mengembalikan kelenjar tiroid agar berfungsi sesuai dengan normalnya.
Pembedahan dilakukan untuk mengambil kelenjar tiroid yang disebut tiroidektomi merupakan salah satu tindakan untuk mencegah perkembangan sel kanker. Setelah tindakan tiroidektomi ini sebagai perawat salah satunya bertugas untuk mengevaluasi dengan tepat serta memberikan perawatan luka post-operasi dengan tepat dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menentukan strategi pengobatan selanjutnya.
Prosedur minum obat I-131 pada penderita kanker tiroid :
1. Mencuci tangan
2. Memakai sarung tangan
3. Buka container (tutup tempat obat)
4. Masukkan sedotan dengan posisi tegak lurus ke dalam tempat obat dan pastikan obat masuk ke dalam sedotan
5. Angkat sedotan lalu arahkan ke mulut dan pastikan obat masuk ke dalam mulut
6. Buang sedotan ke dalam kantong sampah
7. Minum air putih
8. Tutup container
9. Lepas sarung tangan dan buang ke tempat sampah


Daftar pustaka :
Barbus, Elena, dkk. 2017. Quality of Life in Thyroid Cancer Patients : A Literature Review. Journal Cluju Medical, Vol. 90, No.2, page 147-153. http://europepmc.org/articles/PMC5433565 (Diakses 23 September 2017)


"


36. Konita Shafira

pada : 24 September 2017

"Nama : Konita Shafira
NIM : 131611133073

Sistem endokrin adalah sistem yang bekerja dengan perantaran hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, berperan penting dalam pengendalian kegiatan organ-organ tubuh. Tiroid merupakan salah satu kelenjar tiroid yang sangat penting yang memerankan fungsi normal dari semua proses meabolisme. Penyebab utama dalam kasus kanker tiroid adalah : radiasi, faktor lingkungan, faktor genetik, dll. kanker tiroid masih belum berkembang. Meskipun kenjadiannya meningkat, kematian yang disebabkan oleh kanker ini masih rendah. Manajemen pengobatan kanker tiroid meliputi 3 langkah yang penting untuk diketahui : pembedahan, ablasi radioiodine sesuai dengan pedoman yang ada, dan pengobatan pada hormone dengan supresi TSH. Tahapan pengobatan dari pasien untuk manajemen dari kanker tiroid termasuk beberapa dokter dan beberapa langkah penting untuk mencapai kesembuhan. Pemberian hormon TSH dan pemberian iodine berguna untuk mengembalikan kelenjar tiroid agar berfungsi sesuai dengan normalnya. Pembedahan dilakukan untuk mengambil kelenjar tiroid yang disebut tiroidektomi merupakan salah satu tindakan untuk mencegah perkembangan sel kanker. Setelah tindakan tiroidektomi ini sebagai perawat salah satunya bertugas untuk mengevaluasi dengan tepat serta memberikan perawatan luka post-operasi dengan tepat dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menentukan strategi pengobatan selanjutnya.
Dalam video terdapat penjelasan prosedure perawat minum obat I-131 pada penderita kanker tiroid yang harus perawat pahami untuk meberikan edukasi pada pasien. Adapun langkah-langkah tersebut :
1. Mencuci tangan
2. Memakai sarung tangan
3. Buka container (tutup tempat obat)
4. Masukkan sedotan dengan posisi tegak lurus ke dalam tempat obat dan pastikan obat masuk ke dalam sedotan
5. Angkat sedotan lalu arahkan ke mulut dan pastikan obat masuk ke dalam mulut
6. Buang sedotan ke dalam kantong sampah
7. Minum air putih
8. Tutup container
9. Lepas sarung tangan dan buang ke tempat sampah


SUMBER :
Barbus, Elena, dkk. (2017). Quality of Life in Thyroid Cancer Patients : A Literature Review. Journal Cluju Medical, Vol. 90, No.2, page 147-153. http://europepmc.org/articles/PMC5433565.

"


37. Yuniar rahma shofroin

pada : 24 September 2017

"Nama : yuniar rahma shofroin
Nim : 131611133069

Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah, salah satunya ada hipertensi
Intervensi yang dapat dilakukan adalah
1. HIPERTENSI- terapi napas dalam
Penurunan tekanan darah pada paseien hipertensi melaui terapi relaksasi napas dalam
Kerja terapi ini memberikan peregangan kardiopulmonari (Izzo, 2008)
Stimulasi peregangan di arkus aorta dan sinus karotis diterima dan diteruskan oleh saraf vagus ke medula oblongata (pusat regulasi kardiovaskuler), dan selanjutnya terjadinya peningkatan refleks baroreseptor
Impuls aferen baroreseptor mencapai pusat jantung merangsang saraf parasimpatis (menghambat pusat simpatis)( vasodilatasi sistemik, penurunan denyut dan kontraksi jantung
Rangsangan saraf parasimpatis ke miokardium ( penurunan kontraktilitas, volume secungkup menghasilkan efej intropik negatif( penururnan volume secungkup dan curah jantung
Otot rangka beberapa serabut vasomotor mengeluarkan asetilkolin –> dilatasi pembuluh darah( tekanan darah menurun
2. HIPERTENSI-pola diet dan kebiasaan olahraga
Gaya hidup modern membuat berkurangnya aktivitas fisik (olahraga), gaya hidup serba cepat menuntut segala sesuatunya serba instan, kebiasaan menyantap makanan instan, cendrung menggunakan zat pengawet seperti natrium benzoate dan penyedap rasa seperti Monosodium Glutamate (MSG) yang telah menggantikan bahan makanan segar, apabila asupan natrium, kalium berlebihan, perilaku tersebut merupakan pemicu naiknya tekanan darah
Pola diet dan kebiasaan berolahraga dapat menstabilkan tekanan darah.
Pola makan akan mempengaruhi kesehatan terutama pembuluh darah dan jantung, yang berhubungan dengan hipertensi menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi buah dan sayur dengan kejadian hipertensi.
Terdapat hubungan peningkatan konsumsi sayur dan buah, dengan penurunan konsumsi lemak pangan, disertai dengan penurunan konsumsi lemak total dan lemak jenuh, dapat menurunkan tekanan darah.
"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :