IKA NUR PRATIWI

The mothers heart is the childs schoolroom

Perkembangan Intervensi Keperawatan Berbagai Sistem

diposting oleh ikanurpratiwi-fkp pada 12 September 2017
di Keperawatan Medikal Bedah 1 - 11 komentar

Perkembangan Intervensi Keperawatan Berbagai Sistem

Asuhan keperawatan Medikal Bedah meliputi:

  • Perlakuan terhadap individu untuk memperoleh kenyamanan
  • Membantu individu dalam meningkatkan dan mempertahankan kondisi sehatnya
  • Melakukan prevensi, deteksi dan mengatasi kondisi berkaitan dengan penyakit
  • Mengupayakan pemulihan sampai klien dapat mencapai kapasitas produktif tertingginya
  • Membantu klien menghadapi kematian secara bermartabat.

 

Seorang perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien, selalu memandang pasien secara holistic/menyeluruh baik Bio-Psiko-sosial-kultural-Spiritual. Dengan menggunakan standarisasi asuhan keperawatan yang ada.

 

Refleksi Diri

Bagilah kelas menjadi 6 kelompok, dimana masing-masing kelompok membahas topik dibawah ini:

  1. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Pernapasan
  2. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Kardiovaskuler
  3. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Endokrin
  4. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Metabolik
  5. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem Hematologi
  6. Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa Dengan Kasus Gangguan Sistem  Imunologi.

 

Apakah yang anda ketahui tentang gangguan pada sistem sesuai dengan topik kelompok yang anda dapatkan? (tulis jawaban anda pada kolom komentar dibawah ini)

 

Tugas:

1.  Carilah 5 bentuk intervensi keperawatan dalam bentuk video klien dengan gangguan sistem sesuai kelompok yang dapat di cari di you tube atau sumber lainnya.

2.  Carilah 2 jurnal hasil penelitian yang  berkaitan dengan masing-masing intervensi tersebut sesuai dengan sistem kelompok yang didapatkan  lalu buatlah kesimpulan dari isi masing-masing jurnal tersebut (jurnal dibatasi terbitan 5 tahun terakhir)


11 Komentar

1. sd

pada : 13 September 2017

"ok "


2. Regyana Mutiara Guti

pada : 13 September 2017

"NAMA: Regyana Mutiara Guti
NIM: 131611133013
Kelas: A1-2016

Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Gangguan Sistem
Asuhan keperawatan medikal bedah meliputi:
1.Perlakuan terhadap individu untuk memperoleh kenyamanan
2.Membantu dalam meningkatkan dan mempertahankan kondisi sehatnya
3.Mengupayakan pemulihan sampai klien dapat mencapai kapasitas produktif tertingginya
4.Membantu klien menghadapi kematian secara bermartabat
Gangguan sistem metabolik
Metabolisme adalah semua reaksi kimia terjadi dalam sel-sel tubuh. Reaksi ini merupakan proses dasar kehidupan yang memungkinkan sel tumbuh, berproduksi, mempertahankan struktur, dan berespons terhadap lingkungan sekitar. Proses metabolisme mempengaruhi semua sel tubuh, pengaturan metabolisme seluruh tubuh yang melibatkan sejumlah organ seperti hati dan pankreas.
Gangguan dan Intervensi pada sistem metabolik:
a.Diabetes Melitus
Adalah penyakit kronis progresif yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk melakukan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang dimana organ pankreas tidak mampu atau kurang memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin adalah salah satu hormon yang diproduksi oleh Pankreas yang bertanggung jawab untuk mengontrol jumlah atau kadar gula dalam darah atau “truk” pengangkut semua sari makanan ke seluruh sel tubuh.
Diabetes Melitus dibagi menjadi 2 tipe, yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. DM tipe 1 terjadi karena pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin, yang dimana insulin adalah hormon yang mengubah gula dari makanan menjadi energi. DM tipe 1 adalah salah satu penyakit yang paling umum pada anak-anak. Klien dengan DM tipe 1 sangat bergantung dan harus diberi injeksi insulin. Sedangkan DM tipe 2 terjadi karena pankreas tidak dapat mencukupi hormon insulin yang dibutuhkan oleh tubuh karena resistansi insulin. DM tipe 2 adalah penyakit diabetes yang umum terjadi yang hampir 90% dari keseluruhan kasus diabetes. Resistansi insulin disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.
Intervensi Keperawatan:
1.Diet (lebih baik makan sedikit tapi sering)
2.Latihan
3.Pemantauan gula darah
4.Terapi
5.Pendidikan kesehatan
b.Sirosis Hepatik
Adalah penyakit hati kronik yang progresif, ditandai dengan adanya fibrosis yang luas dan pembentukan nodul pada hati. Fibrosis dan nodul pada hati ini menyebabkan pengerasan pada hati, akibatnya hati tidak mampu lagi melaksanakan fungsinya.
Intervensi keperawatan:
1.Ukur masukan diet harian dengan jumlah kalori
2.Bantu dan dorong pasien untuk makan
3.Berikan makan sedikit dan sering
4.Beri obat sesuai indikasi
5.Observasi karakteristik feses dan muntah
6.Catat adanya kejang
7.Anjurkan untuk berhenti merokok
c.Pirai atau Gout
Gout terjadi akibat gangguan metabolisme asam urat sehingga asam urat serum jadi meninggi yang dapat terjadi pengendapan urat pada berbagai jaringan.
Intervensi keperawatan:
1.Ajarkan klien melakukan latihan ROM
2.Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan penyakit Gout
d.Obesitas
Obesitas terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan energi yang keluar. Obesitas berkaitan dengan terjadinya resitensi insulin dan gangguan metabolisme glukosa.
Intervensi keperawatan:
1.Kaji penyebab kegemukan dan buat rencana makan dengan pasien
2.Timbang berat badan secara periodik
3.Tentukan tingkat aktivitas dan rencana program latihan diet, kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentujan keb kalori dan nutrisi untuk penurunan berat badan
"


3. Nesya Ellyka

pada : 13 September 2017

"NAMA : NESYA ELLYKA
NIM : 131611133038
KELAS : A1
RESUME :
SISTEM ENDOKRIN
Sistem endokrin merupakan system kelenjar yang memproduksi substans untuk digunakan di dalam tubuh. Kelenjar endokrin merupakan substansi yang tetap beredar dan bekerja di dalam tubuh.

Intervensi pada pasien Akromegali
merupakan sindrom klinik yang disebabkan oleh produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan dan diketahui sebagai penyakit yang jarang. Akromegali merupakan gangguan yang jarang, yang ditandai oleh sekresi yang berlebihan hormon pertumbuhan (GH, growth hormone) dan faktor pertumbuhan seperti insulin (IGF-1, Insulin Growth Factor-1).
Intervensi :
- Pembedahan
- Radiasi
Intervensi pada pasien Hipertensi
Hipertensi atau Darah Tinggi adalah keadaan dimana seseorang
mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu
yang lama). Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan darah sistolik lebih
besar atau sama dengan 140 mmHg atau peningkatan tekanan darah diastolik
lebih besar atau sama dengan 90 mmHg.
• Penatalaksaan non farmakologis:
1. Memberikan arahan kepada pasien untuk diet garam dan kolesterol
2. Memberikan arahan kepada pasien untuk berhenti konsumsi alcohol dan rokok
3. Memberikan arahan kepada pasien untuk olahraga teratur
4. Memberikan arahan kepada pasien untuk mengurangi berat badan
5. Terapi musik antihipertensi
• Penatalaksanaan farmakologis:
6. obat antihipertensi
Intervensi pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh gangguan kelenjar pancreas adalah Diabetes Melitus Tipe 2. Penyakit ini merupakan penyakit hiperglikemi akibat intensivitas sel terhadap terhadap insulin. Kadar insulin mungkin sedikit menurun atau berada dalam rent ang normal.
- Pada DM tipe 1, pankreas tidak bisa memprosuksi insulin sama sekali.
- Pada DM tipe 2, pankreas bisa masih bisa memproduksi pankreas tapi tidak normal
Insulin membantu dalam penyerapan dan pengangkutan sari-sari makanan.
Disfungsi hati :
- Ikterus (peningkatan konsentrasi bilirubin darah)
- Sirosis hepatitis (jarinngan parut)
- Hepatoma (kanker hati)
- Pemantauan SGOT dan SGPT
5 pilar pelaksanaan DM :
- Diet
- Latihan
- Pemantauan gula darah
- Terapi
- Edukasi
Intervensi :
Teknik relaksasi merupakan salah satu tindakan keperawatan yang dapat mengurangi kecemasan dan secara otomat is dapat menurunkan kadar gula darah. Relaksasi dapat mempengaruhi hipotalamus untuk mengatur dan menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Stress tidak hanya dapat meningkat kan kadar gula darah secara fisilogis. Pasien dalam keadaan stress juga dapat mengubah pola kebiasaannya yang baik, terutama dalam hal makan, latihan dan pengobatan (Smelt zer, Bare, Hinkle, &Cheever, 2008).
Intervensi pada pasien Adenoma Hipofisis
Adenoma hipofisis atau disebut juga dengan adenoma hipofise merupakan tumor yang jinak dengan pertumbuhan yang lambat yang berasal dari sel-sel kelenjar hipofisis. Adenoma hipofisis sering kali menunjukkan gangguan yang disebabkan oleh hipofungsi atau hiperfungsi dari hormon yang dihasilkan oleh hipofisis anterior sebagai regulator diantaranya; adrenocorticotropic hormone, growth hormone, luteinizing hormone, prolactin, follicle-stimulating hormone, thyroid-stimulating hormone, antidiuretic hormone, melanocyte-stimulating hormone, oxytocin.
Intervensi :
- Operasi
- Terapi Radiasi
- Indikasi Pengobat an
Intervensi pada pasien hipoparatiroid dan hiperparatiroid
Gangguan pada kelenjar paratiroid bisa berupa hipoparatiroid ataupun hiperparatiroid. Hipoparatiroid merupakan hilangnya fungsi kelenjar paratiroid sehingga menyebabkan gangguan metabolisme dimana kalsium serum menurun dan fosfat serum meningkat dan menyebabkan hipokalsemia. Sedangkan hiperparatiroid merupakan keadaan kelenjar paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid dengan dekalsifikasi tulang dan terbentuknya batu ginjal yang mengandung kalsium (Smeltzer & Bare, 2002).
Hipoparatiroid
Intervensi Keperawatan :
a. Memberikan penyuluhan kesehatan untuk pasien hipoparatiroid kronis karena pasien membutuhkan medikal dan modifikasi diet sepanjang hidupnya
b. Mengajarkan pasien tentang tinggi kalsium namun rendah fosfor
c. Menekankan pentingnya perawatan sepanjang hidup pada pasien hipoparatiroid kronis
d. Mengintruksikan pasien memeriksakan kadar kalsium serum sedikitnya 3x setahun
Hiperparatiroid
Intervensi keperawatan :
a. Melindungi klien dari kecelakaan jatuh karena klien rentan mengalami fraktur patologis bahkan benturan ringan
b. Menghindarkan pasien dari satu posisi menetap
c. Membantu pasien memenuhi kebutuhan selama terjadi kelemahan fisik
d. Atur aktivitas yang tidak melelahkan pasien
e. Mengajari cara melindungi diri dari trauma fisik, seperti cara mengubah posisi tubuh dan cara berjalan
f. Mengajari klien dengan alat bantu berjalan bila dibutuhkan
Intervensi pada pasien kanker ovarium
Kanker ovarium merupakan keganasan yang berasal dari jaringan ovarium dalam tiga bentuk sel yang berbedayaitu sel germinal, sel epitel dan sel stroma (Yarbro, Wujcik & Gobel, 2011; Ahyan, Gultekin & Dursun,2010). Kanker ovarium sel epitelmeliputi90% seluruh kejadian kanker ovarium dan 5% seluruh kankerovarium primer berasal dari sel germinal dan sel stroma (Ahyan,Gultekin & Dursun,2010).
Intervensikeperawatan:
1. pembedahan,
2. kemoterapi,
3. immunoterapi,
4. terapi hormonal dan
5. radioterapi.
"


4. FITRIANTI UMAYROH MAHARDIKA

pada : 13 September 2017

"NAMA : FITRIANTI UMAYROH MAHARDIKA
NIM : 131611133047
KELAS : A1
RESUME : Perkembangan Intervensi Keperawatan Pada Klien Dewasa dengan Kasus Gangguan Sistem Endokrin
System kelenjar endokrin merupakan system kelenjar yang memproduksi substan untuk digunakan di dalalm tubuh. Kelnjar endokrin mengeluarkan subsrtansi yang beredar dan bekerja di dalam tubuh. Jenis kelenjar endokrin ada: kelenjar hyppthalamus, pineal, pituitary, tiroid, paratiroid, thymus, adrenals, pancreas, dana gonand (kelenjar reproduksi)
• System kelenjar endokrin
Merupakan gangguan yang kebanyakan terjadi pada hati, empedu, limpa, pancreas dan lain sebagainya.Salah satu contoh yang umum terjadi adalah penyakit diabetes mellitus.
Diabetes mellitus tipe 1 disebabkan karena pancreas tidak menghasilkan insulin sedangkan diabetes mellitus tipe 2 disebabkan karena pancreas masih menghasilkan insulin namun tidak normal dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
*Insulin sangat dibutuhkan oleh tubuh sebab berfungsi dalam penyerapan dan pengangkutan sari-sari makanan.
*5 pilar penatalaksanaan klien Diabetes mellitus :
1. Diet dengan mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat secara teratur dalam jumlah yang kecil, konsumsi makanan yang tinggi serat kurang lebih 5 porsi dalam sehari, dan yang paling penting adalah makan sesuai dengan kebutuhan kalori yang seimbang dan tidak berlebihan.
Petunjuk umum untuk asupan diet bagi diabetes:
• Hindari biskuit, cake, produk lain sebagai cemilan pada waktu makan.
• Minum air dalam jumlah banyak, susu skim dan minuman berkalori rendah lainnya pada waktu makan.
• Makanlah dengan waktu yang teratur.
• Hindari makan makanan manis dan gorengan.
• Tingkatkan asupan sayuran dua kali tiap makan.
• Jadikan nasi, roti, kentang, atau sereal sebagai menu utama setiap makan.
• Minum air atau minuman bebas gula setiap anda haus.
• Makanlah daging atau telor dengan porsi lebih kecil.
• Makan kacang-kacangan dengan porsi lebih kecil

2. Latihan (exercise) : yakni berolahraga untuk menurunkan gula darah secara alami. Olahraga yang disarankan adalah olahraga aerobik, seperti: jalan kaki, bersepeda, jogging, dan berenang.
3. Pemantauan gula darah : untuk mengurangi dan mencegah resiko diabetes
4. Terapi / pemberian obat-obatan
5. Edukasi dalam penangan DM meliputi pemahaman pasien DM tentang:
• Edukasi dalam penangan DM meliputi pemahaman pasien DM tentang:
• Penyakit DM : perlunya pengendalian dan pemantauan penyakit DM
• Pengobatan secara farmakologis (dengan obat-obatan) dan non-farmakologis (tanpa obat-obatan)
• Tanda – tanda hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) dan cara pencegahan
• hipoglikemia. Tanda-tanda hipoglikemia, antara lain: sakit kepala, berdebar-debar,
• gemetaran, lapar, mual dan muntah, berkeringat, bahkan dapat juga berupa penurunan kesadaran.
• Perawatan kaki pada pasien diabetes dan pencegahan timbulnya kaki diabetes.
"


5. Mudrika Novita Sari

pada : 13 September 2017

"Medikal biasanya identik dengan penyakit dalam, sedangkan bedah merupakan tindakan pembedahan. Maka medikal bedah yaitu keterkaitan sistem yang ada di dalam tubuh manusia yang berindikasi akan dilakukan tindakan pembedahan atau operasi. Keperawatan medikal bedah merupakan pelayanan profesional yang didasarkan Ilmu dan teknik Keperawatan Medikal Bedah berbentuk pelayanan bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif ditujukan pada orang dewasa dengan atau yang cenderung mengalami gangguan fisiologi degan atau tanpa gangguan struktur akibat trauma.
Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem pertahanan sebagai perlindungan terhadap infeksi dari makromolekul asing atau serangan patogen, termasuk virus, bakteri, protozoa dan parasit. Sistem imun juga berperan dalam perlawanan terhadap protein tubuh dan molekul lain seperti yang terjadi pada autoimunitas, dan melawan sel yang bertransformasi menjadi tumor. Sistem Imun terdiri dari semua sel, jaringan, dan organ yang diperlukan untuk respons imun. Fungsi sistem imun adalah melindungi tubuh dari patogen dan menghancurkan sel-sel yang sudah tidak dikenali sebagai “sel tubuh sendiri”.
Gangguan sistem kekebalan tubuh adalah terganggunya sistem kekebalan tubuh seseorang, dimana tubuh tidak mengenali jaringannya sendiri dan berbalik menyerang. Tubuh memiliki pertahanan untuk melindungi dirinya sendiri dari infeksi akibat serangan kuman penyakit. Penyakit merupakan protein asing yang berbeda dengan protein yang ada di dalam tubuh manusia, yang disebut dengan antigen. Ketika antigen menyerang tubuh, maka sistem pertahanan tubuh akan melakukan perlawanan untuk menetralisir dan menghancurkan antigen tersebut. Sistem pertahanan tubuh yang memiliki tugas melakukan hal ini disebut dengan antibodi.
Jika sistem ini tidak bekerja maka dapat menyebabkan penyakit autoimun, defisiensi imun, atau penyakit alergi. Penyakit dan gangguan sistem kekebalan tubuh yang dikategorikan tergantung dari aktivitas sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif berpotensi banyak untuk membahayakan kesehatan, daripada sistem kekebalan tubuh yang kurang aktif.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia lalu menimbulkan AIDS. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Sindrom) adalah kumpulan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yang tergolong kepada kelompok retroviriade (Djauzi & Djoerban,2007). Antiretroviral Therapy merupakan salah satu kunci suksesnya perawatan HIV/AIDS. Terapi Antiretroviral ini juga dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Salah satu intervensi yang dapat dilakukan oleh perawat adalah memberikan edukasi mengenai efek kepatuhan pengonsumsian obat Antiretroviral. Perawat dapat melakukan edukasi langsung kepada pasien positif HIV secara personal.
ANC merupakan upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dengan perawatan persalinan dan skrining untuk pengobatan infeksi, termasuk secara seksual maupun infeksi menular. Dalam analisis intervensi ANC setidaknya ada empat kali kunjungan, dengan mengkonsumsi empat asam folat (IFA) dan pengambilan dua atau lebih suntikan tetanus toksoid (TT). Imunisasi TT pada ibu hamil merupakan proses untuk membangun kekebalan sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus dengan cara pemberian Vaksin Tetanus. Dengan penerapan operasional dikenal standart minimal “5T” untuk pelayanan ANC yang terdiri: (1) Timbang berat badan; (2) Ukuran tekanan darah, diukur setiap kunjungan; (3) Ukuran tingkat fundus uteri, dilakukan setiap kunjungan dimana fundus uteri mulai teraba setelah usia kehamilan > 12 minggu; (4) Pemberian imunisasi tetanus toxoid atau TT lengkap, mulai diberikan pada usia kehamilan 16 minggu dengan interval pemberian selanjutnya 4 minggu; (5) Pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama hamil mulai diberikan pada usia kehamilan 20 minggu diminum 1 tablet 1 hari.
Meskipun tidak semua masalah pada sistem kekebalan tubuh belum ada obat untuk menyembuhkannya, akan tetapi dengan melakukan pengontrolan terhadap sistem imun akan dapat membantu menekan masalah lebih lanjut untuk berkembang. Dengan cara mengubah gaya hidup yang lebih sehat juga dapat membantu mengurangi resiko terjadinya gangguan pada sistem kekebalan tubuh."


6. Shavira

pada : 13 September 2017

"Nama: Shavira
NIM: 131611133140
Kelas: A3 2016
Ringkasan:
Sistem endokrin merupakan suatu sistem dalam tubuh manusia yang terdiri dari sejumlah kelenjar penghasil zat yang dinamakan hormon. Kelenjar ini dinamakan endokrin karena tidak mempunyai saluran keluar untuk zat yang dihasilkannya. Hormon yang dihasilkannya itu dalam jumlah sedikit pada saat dibutuhkan dan dialirkan ke organ sasaran melalui pembuluh darah bercampur dengan darah. Kelenjar yang produknya disalurkan melalui pembuluh khusus (seperti kelenjar ludah) dinamakan kelenjar eksokrin.
Kelenjar endokrin terdiri dari (1) kelenjar hipofise atau pituitary yang terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak; (2) kelenjar tiroid atau kelenjar gondok yang terletak di leher bagian depan; (3) kelenjar paratiroid dekat kelenjar tiroid; (4) kelenjar suprarenal yang terletak di kutub atas ginjal kiri-kanan; (5) pulau langerhans di dalam jaringan kelenjar pankreas; (6) kelenjar gonad. Placenta dapat juga dikategorikan sebagai kelenjar endokrin karena menghasilkan hormone.
Gangguan sistem endokrin terutama menimbulkan keadaan kelebihan atau defisiensi dari hormone akibat dari hiperfungsi atau hipofungsi dari kelenjar. Namun, ahli endokrinologi juga dihadapkan dengan tumor spesifik dan masalah lain dengan kelenjar endokrin yang kemungkinan tidak berkaitan dengan kelebihan atau defisiensi, kelainan primer atau sekunder dalam kepekaan terhadap hormone, dan sindroma iatrogenik. Hipofungsi destruksi merupakan kelenjar penyebab yang paling lazim dari destruksi kelenjar endokrin adalah penyakit autoimun. Hal ini ditemukan pada sebagian besar dari diabetes mellitus dependen-insulin, hipotiroidisme, insufisiensi adrenal, dan kegagalan gonad.
Pada kelenjar hipofisis, suatu gangguan seperti tumor atau hipotensi sebagai akibat syok atau perdarahan merupakan penyebab yang lebih khas. Setiap kelenjar endokrin dapat mengalami kerusakan, dengan akibat hipofungsi, oleh karena neoplasma, infeksi, atau perdarahan. Gangguan ekstraglanduler merupakan gangguan kerusakan terhadap kelenjar endokrin yang merupakan organ dengan fungsi utama lain. Contoh pada penyakit ginjal, menimbulkan konversi cacat akibat kelainan metabolik, kerusakan terhadap sel juxtaglomeruler penghasil rennin yang menyebabkan hipoaldoteronisme hiporeninemik, dan kerusakan terhadap sel-sel penghasil eritropoietin yang menyebabkan anemia.
Hiperrfungsi dari sebagian besar kelenjar endokrin biasanya timbul sebagai akibat tupmor. Adanya tumor menghasilkan kelebihan hormon. Contoh tumor pada hipofisis dapat menyebabkan produksi kelebihan dari sebagian besar hormone (ACTH, GH, PRL, TSH, LH, FSH, dll). Cacat dalam kepekaan terhadap hormon resistensi primer terhadap sejumlah hormone telah diketahui, hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah tipe yang berbeda dari cacat pada reseptor hormone ataupun akibat fungsi di distal reseptor.
Cacat genetic pada reseptor yang menimbulkan sindroma resistensi telah dilaporkan untuk glukokortikoid, hormone tiroid, androgen, vitamin D, PTH, ADH, GH, insulin, dan TSH. Cacat pascareseptor diketahui terjadi pada beberapa kasus pseudohipoparatiroidisme dan juga pada diabetes mellitus non dependen-insulin. Kelenjar-kelenjar yang paling sering terlibat dalam sindroma kelenjar endokrin multipel adalah paratiroid, hipofisis, pankreas, tiroid, dan adrenal. Sindroma ini biasanya ditemukan dalam pola pewarisan autosomal dominan."


7. ismi shonatul chofifah

pada : 13 September 2017

"Pernapasan atau respirasi adalah proses pertukaran gas oksigen dan karbondioksida dalam tubuh organisme. Fungsinya adalah untuk mensuplai oksigen (O2) ke dalam sel-sel jaringan tubuh dan mengeluarkan karbondioksida (CO2) sebagai hasil respirasi dan dihasilkan energi. Pernapasan meliputi dua proses, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi adalah pemasukan udara luar ke dalam tubuh melalui alat pernapasan, sedangkan ekspirasi adalah pengeluaran udara pernapasan ke luar tubuh melalui alat pernapasan.
Proses pernapasan meliputi dua proses, yaitu menarik napas atau inspirasi dan mengeluarkan napas atau ekspirasi. Pada saat menarik napas, otot diafragma berkontraksi, dari posisi melengkung ke atas menjadi lurus. Bersamaan dengan itu, otot-otot tulang rusuk pun berkontraksi. Akibat dari berkontraksinya kedua jenis otot tersebut adalah mengembangnya rongga dada sehingga tekanan dalam rongga dada berkurang dan udara masuk. Pada saat mengeluarkan napas, otot diafragma dan otot-otot tulang rusuk melemas, akibatnya rongga dada mengecil dan tekanan udara di dalam paru-paru naik sehingga udara keluar.
Sistem pernapasan manusia yang terdiri atas beberapa organ dapat mengalami gangguan. Gangguan ini biasanya berupa kelainan atau penyakit. Kelainan yang menyerang organ sisten pernapasan dapat menyebabkan terganggunya proses pernapasan. Kelainan pada organ pernapasan manusia, antara lain: emfisema, asma, kanker paru-paru, tuberkulosis (TBC), bronkhitis, dan influenza.
Pencegahan dan pengobatan penyakit pernafasan sebagian besar penyakit pernafasan disebabkan kebiasaan buruk dan gaya hidup tidak sehat. Pencegahan Penyakit Pernafasan diantaranya: Perkuat sistem imun tubuh dengan makanan bergizi (tinggi Zinc, vitamin C, dan E), pola tidur yang teratur, menjaga kebersihan diri serta lingkungan, cuci tangan sebelum makan, dan rutin berolahraga, melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan segera memeriksakan diri ke dokter. Bisa juga dilakukan dengan batuk efektif untuk mengeluarkan sekret jika ada.
"


8. Ainul Fidiatun Nofa

pada : 13 September 2017

"NAMA : AINUL FIDIATUN NOFA
NIM : 131611133123
KELAS : A3 (2016)
Pada penderita gastritis bisa mengakibatkan Ulkus Peptikum, Perdarahan saluran cerna bagian atas bahkan kematian, untuk itu di usahakan mengatur pola makan, tidak melakukan aktifitas berlebih dan menghindari makan makan yang pedas ataupun asam dan menggunakan obat anti steroid yang berlebihan karena dapat meningkatkan asam lambung. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu di harapkan perawatan gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien gastritis dengan menggunakan terapi non farmakologi dengan aromaterapi lavender dapat membantu dalam mengurangi rasa nyeri."


9. Sanidya Nisita Pratiwimba

pada : 14 September 2017

"Nama : Sanidya Nisita P
Nim : 131611133132
Kelas : A3
Imunologi adalah suatu cabang yang luas dari ilmu biomedis yang mencakup kajian mengenai semua aspek sistem imun (kekebalan) pada semua organisme. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan penyakit autoimun, penyakit inflamasi dan kanker. Imunodefisiensi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh tidak sekuat seperti biasa, sehingga berulang dan infeksi yang mengancam jiwa. Sedangkan gejala penyakit kekebalan tubuh bervariasi, demam dan kelelahan adalah tanda-tanda umum bahwa sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi dengan baik
"


10. Esti Ristanti

pada : 14 September 2017

"Hematologi adalah spesialisasi medis yang berkenaan dengan studi mengenai darah, jaringan yang menghasilkan darah, dan kelainan, penyakit, dan gangguan yang berkaitan dengan darah. Macam-macam gangguan pada sistem hematologi yaitu leukimia, hipertensi, hemofilia, anemia. Topik yang kami ambil yaitu gangguan anemia, Anemia merupakan keadaan di mana masa eritrosit dan atau masa hemoglobin yang beredar tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh (Handayani dan Haribowo, 2008)

"


11. Septin Srimentari L D

pada : 14 September 2017

"Nama: Septin Srimentari Lely Darma
Nim: 131611133046
Kelas: A1-2016
Ringkasan:
Sistem Hematologi merupakan sistem tubuh yang berhubungan dengan darah dan jaringan pembentuk darah. Salah satu fungsi darah sebagai transportasi oksigen, nutrien, dan bahan kimia dalam tubuh. Di dalam tubuh, darah terdiri atas dua komponen darah yaitu komponen padat terdiri dari darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), sel pembeku darah (trombosis), dan komponen cair yaitu plasma darah. Komponen darah memiliki bentuk, fungsi, dan warna yang berbeda sesuai jenisnya. Penyimpanan darah di rumah sakit harus diperlakuan dengan cara yang benar dan tepat, seperti halnya dalam menyimpan darah untuk pasien keesokan harinya perlu disimpan di suhu yang sesuai. Gangguan yang terjadi pada sistem hematologi antara lain anemia, leukimia, hemofilia, thalesemia, dan sickle cell disease. Anemia adalah difisiesi sel darah merah yang disebabkan pembentukan sel darah merah yang terlalu lambat atau kehilangan sel darah merah terlalu banyak, sering terjadi pada wanita. Pasien anemia sering merasakan kelemahan otot, perawat perlu melakukan pengkajian mengenai kekuatan otot penderita anemia untuk dapat melalukan intervensi lebih lanjut kepada pasien. Leukimia/ kanker darah merupakan penyakit yang disebabkan oleh sel darah putih yang bertugas sebagai pertahanan tubuh berkembang melebihi dari jumlah normal. Intervensi yang dapat dilakukan oleh perawat kepada pasien leukimia yaitu dengan kemoterapi. Hemofilia terjadi karena faktor pembeku darah tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya sehingga terjadilah darah sukar membeku dan luka akan lama sembuh. Thalesemia merupakan penyakit genetik yang dimana tubuh tidak dapat memproduksi cukup hemoglobin di dalam tubuh sehingga oksigen tidak bisa diikat dengan baik. Perawat dapat melakukan intervensi terapi transfusi darah kepada penderita thalesemia, hal yang perlu diperhatikan oleh perawat sebelum melakukan transfusi darah mengecek hemoglobin pasien dengan tujuan menghindari adanya penunpukan zat besi dalam tubuh. Perawat perlu mengetahui kebutuhan pasien atas darah yang perlu ditransfusikan kepada pasiennya dikarenakan komponennya yang berbeda-beda. Sickle cell disease adalah penyakit yang disebabkan sel darah merah berbentuk bulan sabit sehingga tidak dapat mengangkut oksigen dengan baik. "


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :