IKA NUR PRATIWI

The mothers heart is the childs schoolroom

Kanker Pada Sistem Reproduksi

diposting oleh ikanurpratiwi-fkp pada 12 September 2017
di Keperawatan Onkologi - 3 komentar

Kanker Pada Alat Reproduksi

Kanker alat reproduksi adalah kanker yang menyerang alat reproduksi baik wanita maupun pria seperti kanker leher, kanker payudara, kanker endometrium, kanker ovarium, kanker trofoblas ganas, kanker prostat, dan kanker testis.

Berikan pendapat anda terkait permasalahan kanker pada organ reproduksi pada kolom komentar di bawah ini! 

Refleksi Diri:

Bagilah kelas menjadi 6 kelompok, diskusikan topik dibawah ini sesuai kelompok:

  1. Kanker serviks
  2. Kanker payudara
  3. Kanker prostat
  4. Kanker uterus
  5. Kanker ovarium
  6. Kanker penis

Format tugas:

Susunlah Makalah Asuhan Keperawatan pada klien disesuaikan dengan topik yang didapatkan. Komponen makalah meliputi: tinjauan teori (termasuk skrining/deteksi dini), WOC, Asuhan Keperawatan klien (menggunakan NANDA, NOC, NIC), peran keluarga dan perawatan dirumah. Gunakan referensi terbaru 5-10 tahun terakhir.

Persentasikan hasil diskusi kelompok saat pertemuan di kelas dengan hanya menampilkan:

  1. WOC
  2. Hasil identifikasi Askep berupa 10 jurnal hasil penelitian terkini berdasarkan evidance based nursing terkait intervensi keperawatan pada klien sesuai topik. Tuliskan implikasinya dalam dunia keperawatan.
  3. Skrining/ deteksi dini terkait topik.

Tugas dikumpulkan dalam CD maksimal 3 hari setelah pelaksanaan diskusi kelas. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3 Komentar

1. Amira Aulia

pada : 13 September 2017

"Nama : Amira Aulia
Nim : 131611123020
Angkatan/Kelas : B19/AJ1
Topik : Kanker Prostas
Kanker prostat adalah jenis keganasan yang tersering dan penyebab kematian karena kanker paling utama pada pria. Di indonesia, jumlah penderita kanker prostat di tiga RS pusat pendidikan (Jakarta, Surabaya, dan Bandung) selama 8 tahun terakhir adalah 1.102 pasien dengan rerata usia 67.18 tahun. Stadium penyakit tersering saat datang berobat adalah stadium lanjut. Terapi primer yang terbanyak dipilih adalah orthiektomi, hormonal, dan prostatektomi, kemudian radioterapi sisanya adalah pemantauan aktif kemoterapi dan kombinasi.
Pada penderita kanker selain pasien juga memberikan efek pada keluarga. Pada kanker prostat sendiri dukungan dari keluarga/istri sangat dibutuhkan. Namun dalam hal ini psikologis keluarga/istri sebagai pendamping juga harus diperhatikan.
Diagnostik kanker prostat dapat ditentukan dengan:
- Temuan colok dubur yang tidak normal atau peningkatan serum PSA dapat mengindikasikan Kanker prostat.
- Diagnosis dari Kanker prostat bergantung pada konfirmasi histopatologi.
- Biopsi guided Ultrasonografi transrektal (TRUS) adalah metode yang direkomendasikan, minimal 10-12 core, diarahkan ke lateral.
- Biopsi ulang dikerjakan pada kasus yang tetap dicurigai Kanker prostat (colok dubur tidak normal, peningkatan PSA atau penemuan histopatologi yang diduga keganasan pada biopsi awal).
- Anastesi dalam berbagai cara sangat dianjurkan
Sedangkan untuk pengobatan kanker prostat ditentukan berdasarkan beberapa faktor yaitu grading tumor, staging, ko-morbiditas, preferensi penderita, serta usia harapan hidup saat didiagnosis.
"


2. leli ika hariyati AJabsen

pada : 13 September 2017

"Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher Rahim wanita. Kanker serviks merupakan kanker terbanyak keempat pada pada wanita di seluruh dunia pada tahun 2012 terdapat 527.624 kasus baru. Kanker serviks termasuk pada penyakit yang dapat dicegah karena mempunyai fase prakanker yang cukup panjang. Kejadian kanker serviks membutuhkan proses dari 3 sampai 20 tahun yang dimulai dari infeksi HPV sampai menjadi kanker. Kanker serviks merupakan penyakit yang diam pada tahap awal dan tidak menimbulkan gejala dan keluhan. Oleh karena itu, skrining rutin diperlukan untuk mendeteksi secara dini kanker serviks. Pemeriksaan skrining dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu pemeriksaan sitologi, HPV, dan IVA (inspeksi visual dengan asam asetat) (Mastutik, Alia, Rahniayu, Kurniasari, & Rahaju, 2015).
1. Pemerisaan Sitologi.
dikenal dengan sebutan Papanicolaou (pap) Smear sangat membantu menurunkan insiden kanker serviks. Pemeriksaan pap smear tidak hanya berguna untuk deteksi kanker serviks stadium rendah tetapi juga untuk mendeteksi lesi prakanker.
Pada memeriksaan ini specimen usapan lendir serviks (servical swab) akan dipindah ke kaca benda (object glass) dan diberi pewarna Papanicoulou) dan dinilai menggunakan mikroskop yang dilakukan oleh dokter ahli patologi anatomi. Tes sitologi ada dua macam yaitu pap smear konvensional dan pap smear berbasis cairan (LBC/liquid based cytology). Perbedaan terletak pad acara memindahkan specimen ke kaca benda dimana pap smear konvensional langsung dioleskan, sedangkan pada pap smear berbasis cairan specimen ditampung dalam botol berisi cairan, lalu ada proses menggunakan mesin untuk memindahkan specimen ke kaca benda.
Pemeriksaan pap smear untuk mendapatkan data kelainan sitologi serviks yang meliputi data normal smear, data peradangan, , low grade intraephitelial lesion(LSIL), high grade intraephithelia lesions(HSIL), carcinoma insitu, dan carcinoma invasive.
2. Tes HPV
Tes HPV adalah pemeriksaan terhadap DNA HPV untuk dapat membuktikan adanya infeksi virus. Deteksi DNA HPV dapat dilakukan dengan metode hibridasi atau dengan cara amplikasi seperti PCR (polymerase Chain Reaction). Pemeriksaan dengan PCR biayanya mahal sedangkan pemeriksaan dengan hibridasi lebih murah.
Tes DNA HPV menggunakan teknologi Hybrid capture adalah pemeriksaan asam nukleat menggunakan florosensi kimia. Dengan Teknik ini pengambilan sample dan pengiriman cukup sederhana yaitu dengan menggunakan suatu sikat kecil pada serviks dan memasukkannya pada satu tabung kecil berisi cairan khusus.
3. Metode IVA
Merupakan suatu upaya deteksi dini kanker secara sederhana dengan menggunakan inspeksi atau melihat keadaan mulut rahim dengan mata telanjang kemudian melakukan pengolesan serviks dengan menggunakan asam asetat 5% dan setelah 10 detik dilakukan observasi terhadap perubahan yang berupa ada atau tidak ada warna putih pada serviks mencerminkan kondisi lesi prakanker serviks.
DAPUS:
Mastutik, G., Alia, R., Rahniayu, A., Kurniasari, N., & Rahaju, A. S. (2015). Skrining Kanker Serviks dengan Pemeriksaan Pap Smear di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya dan Rumah Sakit Mawadah Mojokerto. Majalah Obstetri & Genikologi.


"


3. Crispina Suwarti Nuryanti

pada : 14 September 2017

"Nama : Crispina Suwarti Nuryanti
NIM : 131611123001
Kelas : B19/AJ 1

Kanker meruapakan sesuatu yang sangat menakutkan bagi siapapun, karena kematian akibat penyakit kanker sangat tinggi. Kanker paru, usus besar, lambung, kanker prostat, dan kanker payudara merupakan lima kanker yang paling umum di seluruh dunia. Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak normal, yaitu tunbuh sangat cepat, yidak terkontrol, dan tidak berirama yang menyusup ke jaringan tubuh normal sehingga mempengaruhi fungsi tubuh. Kamker dapat juga diebut sebagai tumor ganas.
Kanker servik atau Cervical cancer merupakan kanker yang terjadi pada servik uterus yang terletak antara uterus (rahim) dengan liang senggama (vagina). Biasanya kanker ini terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukkan kanker servik dapat juga menyerang pada wanita berumur 20 sampai 30 tahun. Kanker servik berkembang secara secara bertahap tetapi progresif. Proses kanker dimulai dengan mutasi pada sel yang berkembang menjadi sel diplastik sehingga terjadi kelainan epitel atau yang disebut displasia. Displasi dimulai dari displasi ringan, displasia sedang, displasia berat, dan aknhirnya menjadi karsinoma in-situ. Kondis prakanker sampai karsinoma in-situ (stadium 10) sering tidak menunjukkan gejala karena proses penyakit masih di epitel dan belum menimbulkan perubahan pada mulut rahim (masih tampak normal) dan secara klinis prakanker tanpa keluhan. Menurut para ahli kanker servik merupakan kanker yang paling mudah dicegah dan disembuhkan. Screening lesi prakanker sangat penting karena dapat memberikan kesmbuhan 100%, sedangkan kanker yang invasif memberikan harapan hidup 20%-90% pada 5 tahun kedepan.
Etiologi pasti kanker rahim belum diketahui, tetapi faktor-faktor resiko seperti merokok, Human Papiloma Virus (HPV), virus herpes simplek tipe 2, defisiensi zat gizi (buah dan sayur) hubungan seksual, berganti-ganti pasangan, melakukan hubungan seksual dibawah 16 tahun, dan lain-lain menjadi penyebab kanker rahim. Gejala kanker rahim secara klinis adalah:
• Keputihan makin lama makin berbau busuk
• Perdarhan setelah berhubungan seksual
• Berat badan terus menurun
• Timbul perdarahan setelah menopouse
• Rasa nyeri di genetalia
• Nyeri panggul
Cara menghindari penyakit kanker rahim:
• Pemeriksaan teratur pap smear test setiap dua tahun
• Waspadai gejalanya
• Hindari merokok
• Hindarkan penggunaan antiseptik
• Hindari pemakain bedak
Perubahn awal dapat dideteksi sedini mungkin dan diberikan pengobatan sedini mungkin, biasanya diberikan pemanasan dengan sinar laser (diathermy) dan cone biopsy. Kanker servikyang telah dapat diidentifikasi maka untuk penyembuhannya dilakukan operasi pada daerah yang terserang kanker dan radioterapi dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi. Kanker servik dapat bermetastase melalui pembuluh limfe, pembuluh darah, dan penyebaran langsung ke parametrium, korpus uterus, vagina , kandung kencing, dan rectum.

"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :