IKA NUR PRATIWI

The mothers heart is the childs schoolroom

Selamat Datang

diposting oleh ikanurpratiwi-fkp pada 27 February 2017
di Umum - 1 komentar

Selamat datang , ini adalah sebuah artikel standart terima kasih telah bergabung bersama kami

1 Komentar

1. muhammad hidayatullah al muslim

pada : 13 September 2017

"NAMA : MUHAMMAD HIDAYATULLAH AL MUSLIM
NIM : 131611133039
KELAS : A1 2016
GANGGUAN SISTEM PERNAPASAN
Sistem pernafasab adalah sistem organ yang berperan dalam proses pernafasan,menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.
Anatomi saluran pernafasan:
-hidung
-faring
-laring
-trakea
-bronkus
-alveolus
Gangguan sistem
1. Influenza
2. Bronkitis
3. Emfisema
4. Pneumonia
5. Tuberkulosis
6. Asfiksi
7. Kanker paru-paru
8. Dll
pernapasan dibagi menjadi dua yaitu : gangguan traktus repiratorius atas dan gangguan traktus respiratorius bawah
Gangguan dada dan traktus respiratorius atas terdiri dari : Infeksi jalan napas atas, Obstruksi dan trauma jalan napas atas, Kanker laring
1. Infeksi jalan napas atas (ISPA) : Common cold, Herpes labialis, Sinusitis, Rinitis, Faringitis akut dan kronis, Tonsilitis dan adenoton silitis, Abses peritonsilar, Laryngitis
Intervensi Keperawatan :
• Pembersihan jalan napas dari secret : Meningkatkan asupan cairan, Melembabkan lingkungan dengan vaporizer, Menghirup uap (spray nasal saline), Pengaturan posisi untuk pengaturan drainase
• Tindakan pemberian kenyaman : Pemberian analgesic (herpes), Kompres hangat menyebabkan vasodilatasi/pelebaran pembuluh darah (sinusitis), Kumur air hangat atau air garam, Istirahat cukup, Menjaga hygine mulut dan hidung
• Peningkatan komunikasi : membatasi berbicara (regangan pita suara dapat menghambat pulihnya suara)
• Edukasi : Makan diet yang bergizi, Olahraga yang cukup, Sering mencuci tangan, Hindari iritan

2. Obstruksi (Penyumbatan) Jalan Napas
- Epistaksis (mimisan) : rupturnya pembuluh kecil yang mengalami distensi dalam membrane mukosa di area hidung
Intervensi Keperawatan :
• Duduk tegak dengan kepala didongakkan
• Mengontrol pendarahan
• Mencegah ansietas (kecemasan) klien
• Edukasi kesehatan
- Nasal
Intervensi Keperawatan :
• Menaikkan kepala tempat tidur
• Meningkatkan hygine oral
- Fraktur hidung
Intervensi Keperawatan :
• Memberikan kompres dingin selama 20 menit sampai 4 kali sehari
• Menjaga kelembapan rongga mulut
• Melakukan hygine oral
3. Kanker Laring
Lebih sering terjadi pada pria usia 50-70 tahun
Terdapat di 3 area yaitu : glottis, supra glotis, sub glottis
Manifestasi klinis : Suara serak, Nyeri dan rasa terbakar di tenggorokan, Ada benjolan pada leher, Disfagia dan dispnea
Intervensi Keperawatan :
• Pre operasi : memberikan edukasi kesehatan dan menurunkan ansietas dan depresi
• Post operasi :
- Mempertahankan jalan napas paten : posisi semi fowler/fowler, perawatan trakeostomi
- Meningkatkan komunikasi dan rehabilitasi wicara : menulis, bicara dengan gerak bibir dan esophagus atau dengan alat electric larynk atau tracheosehopageal puncture, papan komunikasi
- Peningkatan nutrisi
- Menjaga konsep diri
Setelah operasi setelah pasien sadar melakukan mobilisasi secara bertahap
Gangguan dada dan traktus respiratorius bawah terdiri dari :
• Atelektasis : pengkerutan sebagian atau seluruh paru-paru akibat penyumbatan saluran udara
(bronkus maupun bronkiolus)
• Bonkitis akut
• Pneumonia
• Tuberculosis
• Abses paru : pengumpulan setempat cairan terinfeksi, berupa pus atau jaringan nekrotik supuratif dalam paru
• Efusi pleura (paru-paru basah) : kondisi yang ditandai oleh penumpukan caira diantara dua lapisan pleura (membrane yang memisahkan paru-paru dengan dinding dada bagian dalam)
• Empisema
• PPOK
• Asma
• Pneumothorax
• Bronkiektosis
Intervensi keperawatan :
- Ajarkan teknik batuk efektif
- Lakukan tindakan fisioterapi nafas
- Lakukan tindakan nebulizing : diberi uap (prduksi secret banyak tidak bisa dikeluarkan)
- Lakukan tindakan suctioning : disedot menggunakan mesin
- Kolaborasi pemberian analgesic dan antibiotic sesuai order
- Berikan terapi oksigen yang sesuai
- Pantau status pernapasan (frekuensi, pola, bunyi) dan TTV lainnya
- Lakukan pengambilan GDA (Gas Darah Arteri)
- Perawatan luka WSD (Water Seal Drainage) : pemasangan kateter pada toraks
- Managemen sputum pada TBC
- Edukasi kesehatan
- Mengatur posisi tidur
ARDS (Akut Respiratori Distress Syndrome)
Ditandai dengan penurunan progresif kandungan oksigen arteri yang terjadi setelah penyakit atau cidera serius. Disebut juga edema paru nonkardiogenik
Intervensi keperawatan :
• Pemantauan yang ketat (ventilator mekanik) dan pemberian modalitas pernapasan
• Pantau status pernapasan
• Melakukan pemeriksaan GDA (Gas Darah Arteri)
Kanker Paru-paru
Faktor risiko : perokok aktif pasif, polusi udara, pemajanan okupasi
Intervensi keperawatan : Patensi jalan nafas, Latihan nafas dalam, Edukasi kesehatan

Penggunaan MDI pada pasien
Metered-dose inhaler (MDI) adalah obat yang di berikan melalui saluran pernafasan dalam bentuk aerosol. Obat ini di hirup oleh pasien baik secara aktif maupun pasif (tidak sadar)
Terapi MDI biasanya diberikan pada pasien dengan gangguan sistem pernafasan asma.
Menggunakan alat penghirup untuk mengobati penyakit paru obstruksi seperti asma merupakan sesuatu yang harus dipelajari untuk pasien,pasien harus belajar bagaimana mempersiapkan dan mengoperasikan sebelum bisa minum obat sesuai resep. Selain itu,juga jelas bahawa tidak semua pasien bisa menggunakan inhaler.
• Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk mengubah obat dari bentuk cair ke bentuk partikel aerosol, bentuk aerosol ini sangat bermanfaat apabila dihirup atau dikumpulkan dalam organ paru. Terapi ini dapat diberikan di rumah sakt, di institusi pelayanan kesehatan yang telah memenuhi persyaratan, dan dirumah denngan aturan yang sudah dimengerti dengan baik dan benar.
Tujuan penmberian nebulizer
• Mengencerkan dahak (pasien mudah mengeluarkan dahak sehingga jalan nafas akan kembali normal)
• Bersihan jalan nafas menjadi efektif
• Mengembalikan kondisi spasme bronkus
• Dll
Suction adalah salah satu tindakan keperawatan agar sputum dapat dihilangkan dan tidak mengganggu jalan napas. Tindakan suction merupakan suatu prosedur penghisapan lendir yang dilakukan dengan memasukkan selang kateter suction melalui hidung, mulut atau selang endotrakeal.
• Prosedur suction dilakukan untuk mempertahankan jalan napas, memudahkan penghilangan sekret jalan napas, merangsang batuk dalam, dan mencegah terjadinya pneumonia.

"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :